Terkini.id, Parepare – Kota Parepare saat ini dikatakan dalam kondisi abnormal atau dalam kondisi mencekam, setelah 8 orang warga Parepare tambahan dari kasus baru klaster Kapurung dinyatakan positif Corona. Sehingga total sampai saat ini sebanyak 9 kasus terdiri atas dua klaster yakni 8 Klaster Kapurung dan 1 klaster Lambelu.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe saat menggelar dialog interaktif melalui Video Conference (Vicon) di Radio Peduli Parepare, Jumat, 1 Mei 2020.
“Kondisi Kota Parepare ini dikatakan mencekam bukan tanpa alasan, karena pada akhirnya kota yang berpredikat kota sehat ini telah diuji dengan wabah Covid-19, dan sudah masuk dalam zona merah yang cukup ekstrim perkembangannya,” seru Taufan.
Taufan mengungkapkan, sebelum adanya klaster baru, data OTG saat ini cukup besar yakni berjumlah 928 orang.
Dari jumlah tersebut, 368 di antaranya masih dalam pemantauan atau dalam masa inkubasi 14 hari.
- Muhidin M Said Pastikan Taufan Pawe Tak Maju Lagi di Musda Golkar Sulsel
- Taufan Pawe Pimpin Doa Untuk Korban Bencana Sumatera Aceh Pada Puncak HUT Gokar Ke-61
- Taufan Pawe Harus Berbesar Hati Serahkan Kursi Golkar Jika Mau Kembalikan Kejayaan Partai
- Taufan Pawe Tekankan Fraksi Golkar Garda Terdepan Dukung Pemerintahan di Barru
- Taufan Pawe Usulkan Sanksi Bagi Kepala Daerah yang Masih Menerima Honorer Baru
“Dari jumlah OTG 928 orang, sekitar 368 orang masih dalam pemantauan tim kami, sementara 560 orang telah selesai pemantauaannya karena melewati masa inkubasi, namun kita tetap waspada karena 368 orang yang masih dalam pemantauan kita tidak tahu berkeliaran ke mana, karena idealnya mereka harus diisolasi mandiri, tidak boleh berkeliaran,” ungkapnya.
Melihat perkembangan kasus Covid-19 ini, Taufan Pawe mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran virus corona, dengan cara mendukung Tim Gugus atau pemerintah dalam menegakkan protokoler kesehatan WHO, agar tidak berkumpul untuk sementara, termasuk pelaksanaan-pelaksanaan ibadah secara berjemaah di masjid.
“Kalau kita ingin lepas dari rasa kekhawatiran atau kondisi mencekam saat ini, maka tidak ada pilihan untuk bersma-sama memerangi penyebaran Covid-19. Ini adalah salah satu kata kunci, karena kapan kita tidak patuhi protokoler kesehatan dari WHO, maka percayalah, wabah ini masih akan panjang,” ujar Taufan.
“Mari kita berkomitmen, untuk sesegera memotong mata rantai dari penyebaran virus Corona yang sudah ada di depan mata kita. Tidak ada artinya konsep ini, apabila tidak didukung oleh masyraakat untuk menegakkan social distancing, agar bagaimana kita memproteksi lingkungan kita,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
