Makassar – Talkshow politik Upi Show, menyoroti dinamika Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diprediksi akan berlangsung panas dengan sedikitnya lima kandidat kuat.
Dipandu oleh Upi Asmaradhana, narasumber utama dalam diskusi tersebut adalah Hasrullah, komunikolog dan pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, 5 Agustus 2025 lalu.
Diskusi dimulai dengan sorotan terhadap posisi Golkar di Sulsel yang kian meredup dalam lima tahun terakhir.
Hasrullah menilai, hilangnya kursi Ketua DPRD Sulsel dari tangan kader Golkar adalah bukti nyata partai berlambang pohon beringin ini tengah kehilangan pengaruh di kandangnya sendiri, yakni Sulsel yang dulunya dikenal sebagai ‘lumbung Golkar’.
Lima nama mencuat dalam bursa kandidat Ketua Golkar Sulsel: Munafri Arifuddin (Appi), Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Adnan Purichta Ichsan, Andi Ina Kartika Sari, dan Indah Putri Indriani. Masing-masing membawa latar belakang dan basis massa yang berbeda.
Ilham Arief Sirajuddin atau Appi
- Siang Terik, Malam Remang, Jejak Pengabdian Satgas TMMD Ke-128 yang Tak Pernah Padam
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Briton English Education Jadi Sponsor Utama Inersia Royal Championship 2026 di Makassar
Hasrullah menyebut Appi dan Ilham sebagai pasangan yang paling berpotensi mengunci kemenangan jika bersatu. Appi, yang kini menjabat Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar, dinilai punya kekuatan struktural dan elektabilitas lokal.
Sementara IAS, mantan Wali Kota Makassar dua periode, masih memiliki ‘magnet politik’ yang kuat dan jaringan loyalis hingga ke pelosok desa. IAS, menurut Hasrullah bahkan sudah turun ke berbagai pelosok desa di Sulsel.
Nama Adnan Purichta Ichsan, mantan Bupati Gowa dua periode, juga diperhitungkan. Ia dianggap sebagai representasi politisi muda yang mampu menjangkau kalangan Gen Z dan milenial.
“Kalau tiga orang ini bersatu, saya kira Sulsel akan kembali menguning,” tegas Hasrullah.
Tak hanya pria, dua kader perempuan juga masuk radar persaingan: Andi Ina Kartika Sari, Mantan Ketua DPRD Sulsel dan sekarang menjabat Bupati Barru, serta Indah Putri Indriani, mantan Bupati Luwu Utara dua periode.
Menurut Hasrullah, jika kelima tokoh ini mampu disatukan dalam paket kepemimpinan yang kolaboratif, Golkar tak hanya akan memperkuat struktur internalnya, tapi juga berpeluang besar merebut kembali suara rakyat yang sempat hilang.
Kritik untuk Taufan Pawe
Hasrullah menyinggung kepemimpinan Taufan Pawe, Ketua DPD I Golkar Sulsel saat ini. Dia secara lugas mengkritik lemahnya performa petahana.
“Sekretariat saja tidak bisa dibenahi dengan baik. Kalau mau Golkar bangkit, (Taufan Pawe) harus berbesar hati menyerahkan kepemimpinan pada tokoh yang punya energi baru dan pembuktian nyata,” katanya.
Hasrullah menekankan pentingnya para kandidat tidak hanya tampil di Jakarta atau Makassar, tapi juga turun ke akar rumput. “Golkar kehilangan suara karena terlalu elitis. Sekarang waktunya menyapa rakyat di desa-desa,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
