Tegas Terhadap Mafia Minyak Goreng, Jokowi: Jangan Rugikan Rakyat

Terkini.id, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo tidak akan mentolerir oknum-oknum yang melakukan pelanggaran dan penyelewengan produksi dan distribusi minyak goreng. Dirinya meminta kepada jajaran penegak hukum untuk menindaklanjuti para mafia minyak goreng tersebut agar bisa diadili melalui proses hukum.

Jokowi secara tegas menuturkan bahwa pelanggaran dan penyelewengan minyak goreng tersebut akan berdampak sangat fatal bagi rakyat.

“Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” pungkasnya.

Baca Juga: Pertanyakan Kebijakan Beli Minyak Goreng Harus Pakai NIK atau Peduli...

“Mengenai dugaan adanya pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng saya juga telah memerintahkan aparat hukum kita untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya,” ujar Jokowi kala memberikan keterangan lewat YouTube Sekretariat Presiden yang dilansir dari Hops.id, Kamis 19 Mei 2022.

Jokowi sebelumnya memberikan pengumuman secara resmi perihal kembali dibukanya ekspor minyak goreng yang akan dimulai Senin 23 Mei 2022.

Baca Juga: Natalius Pigai Kecam Sikap Jokowi terhadap Konflik Rusia-Ukraina, Ruhut: Di...

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sejak menerapkan kebijakan larangan ekspor minyak goreng, berbagai tahapan telah dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan tersedianya minyak goreng agar kebutuhan rakyat bisa terpenuhi.

“Berdasarkan pengecekan langsung saya di lapangan dan juga laporan yang saya terima, Alhamdulillah pasokan minyak goreng terus bertambah kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya,” ujarnya.

Baca Juga: Natalius Pigai Kecam Sikap Jokowi terhadap Konflik Rusia-Ukraina, Ruhut: Di...

“Dan pada bulan Maret sebelum dilakukan pelarangan ekspor pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton. Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor dibulan April pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya melebihi kebutuhan nasional bulanan kita,” tutupnya.

Bagikan