Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menegaskan akan mencopot kepala sekolah yang tidak paham 18 revolusi pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Ia pun menegaskan tidak akan segan menukar maupun mengganti bahkan mencopot Kepsek yang tidak becus bekerja.
Menurut Danny, hal itu ia tegaskan agar tercipta pendidikan yang bermutu di Kota Makassar.
“Saya tidak ada beban menukar, mengganti, dan memberhentikan orang demi pendidikan kita terjaga dengan baik, demi anak-anak kita terdidik dengan baik,” ujar Danny Pomanto.
Lebih lanjut, Danny mengatakan bahwa masalah pendidikan adalah masalah sangat besar, rumit, dan harus detail.
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Hemat Anggaran, Munafri Arifuddin Andalkan Mobil Listrik Warisan Pemerintahan Lama
- Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
- Wali Kota Makassar Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Nelayan dalam Diklat Pelayaran
Oleh karenanya, orang nomor satu di Makassar ini berkomitmen memperbaiki kualitas tenaga pendidik di Kota Makassar.
Hal itu, kata Danny, termasuk kapasitas kepala sekolah yang menjadi salah satu konsen pemkot di bidang pendidikan.
“Saya akan konsen, masa kepala sekolah 18 revolusi tidak tahu. Jadi kita sementara penanganan bergerilya, ini kan sistem harus jalan, kita haru tetap reparasi sambil jalan,” ungkapnya dikutip dari Makassar Tribunnews.com, Jumat 14 Oktober 2022.
Selain itu, Danny Pomanto untuk ke depannya akan memprioritaskan guru-guru yang punya kemampuan, dalam hal ini guru-guru pelopor.
“Banyak guru kompeten yang tidak berkembang akibat kemampuan kepala sekolah yang kurang bagus,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
