Terkini.id, Makassar – Lantaran tempat ibadah ditutup untuk sementara waktu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyebut lebaran Iduladha bakal digelar di jalan.
Hal itu merespons kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang dikeluarkan pemerintah pusat.
“Kita sepakat membuat Iduladha di jalanan karena pelarangan ibadah dilakukan di masjid,” kata Danny Pomanto usai bertemu dengan perwakilan ormas Islam, Rabu, 7 Juli 2021.
Danny mengatakan pelaksanaan salat Iduladha di jalanan berbasis pada RW. Hal itu untuk mencegah terjadi kerumunan besar.
“Tidak ada kumpulan besar di jalanan, dan kita harapkan tidak di masjid,” ucapnya.
- Di Mana Ibrahim Hari Ini?
- Grab dan OVO Sumbang Empat Sapi Limosin dan Puluhan Kambing untuk Masyarakat dan Mitra Pengemudi
- P3E Sulawesi dan Maluku Gelar Qurban Asyik Tanpa Sampah Plastik
- IdulAdha Jatuh Pada Tanggal 10 Juli 2022, Netizen: Gak Jadi Libur Kerja
- Rayakan Iduladha 2021, Sekolah Islam Athirah Sembelih 30 Hewan Kurban
Forum Umat Kerumunan Beragama (FKUB), MUI, Muhammadiyah, dan NU telah memberikan dukungan terhadap pemerintah kota ihwal penutupan rumah ibadah untuk sementara waktu.
“Prinsip semua ormas memutuskan mendukung usaha pemerintah. Kedua, akan meningkatkan kualitas ketaatan protokol yang ada pada mesjid,” kata Danny.
Selain itu, ormas Islam meminta agar pemerintah kota memberikan edukasi dalam penanganan di lapangan bila ditemukan ada pelanggaran protokol kesehatan masjid. Ia meminta tak ada penanganan secara represif.
“Rasa keadilan ini sangat berdasar sekali dari hasil pertemuan ini,” tutup Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
