Balitbangda Makassar Gelar Seminar Bahas Soal Ekonomi Lingkungan

Seminar Ekonomi Lingkungan

Terkini.id,Makassar – Badan Pemelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar kembali mengadakan Seminar Proposal Penelitian di Hotel Ramedo pada Selasa lalu.

Seminar Proposal tersebut adalah pelaksanaan yang keempat kalinya di tahun ini. Kali ini, pemelitian yang diangkat bertema Ekonomi Lingkungan.

Ada dua proposal penelitian yang diseminarkan. Antara lain berjudul “Pusat Kuliner Jalan Nusantara Kota Makassar” dan “Kajian Pemberdayaan UMKM Kota Makassar Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.

Kasubid Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Fisik Balitbangda Kota Makassar, Rachmatan mengatakan, yang menarik pada seminar proposal kali ini adalah diangkatnya Kawasan Kulinar Jalan Nusantara. Menurutnya jika para peneliti belum bisa merekomendasi Jalan Nusantara ini sebagai pusat kuliner.

Olehnya pada seminar proposal ini, tidak langsung mengatakan jika Jalan Nusantara adalah Pusat Kuliner. Melainkan dijadikan strudi terlebih dahulu.

“Jadi pusat kuliner nusantara ini masih akan dikaji kembali. Nanti hasilnya setelah Seminar Hasil. Kalau misalnya Nusantara tidak memiliki kelayakan, rekomendasinya mungkin jalan lain selain nusantara, misal Jalan Sangir atau Jalan Bali,” kata Rachmatan.

Masih kata Rachmatan, apapun hasilnya nanti, Balitbangda dikatakan Rachmatan akan meneruskan rekomendasi ini ke SKPD terkait. Diharapkannya, SKPD terkait ini nantinya bisa menjalankan hasil rekomendasi dari penelitian yang ada.

“Diharapkan SKPD nantinya menjalankan rekomendasi dari penelitian ini. Balitbang nanti akan mengawal SKPD terkait,” tambahnya.

Sementara Kepala Balitbangda Kota Makassar, Suwiknyo mengatakan, apabila pemelitian ini telah memiliki hasil, dirinya menghimbau kepada SKPD terkait untuk melaksanakan.

“Hasil penelitian nanti diharuskan Suwiknyo untuk dilaksanakan supaya masyarakat merasakan dampak positifnya,” urainya.

Walaupun begitu, Suwiknyo masih berharap jika Kawasan Kuliner Jalan Nusantara layak untuk dijadikan pusat kuliner. Hal itu mengacu karena para pelancong yang datang ke Makassar sebagian besar melewati jalan tersebut.

“Kawasan kuliner Nusantara merupakan bagian dari kawasan unggulan kita. Turis yang datang dari penerbangan hingga laut lewat disana. Kita mau kalau kawasan itu tidak terkesan maksiat, tapi kuliner,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Bantuan Terus Berdatangan di Posko Induk Covid-19 Makassar

Kabar Duka, Satu Pegawai Pemkot Makassar Meninggal Dunia Usai PDP Corona

Dekan FTI UMI Minta Pemkot Berdayakan Pelaku UMKM Produksi Masker

Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

PMI Makassar: Kerja Gugus Tugas Covid-19 Tak Ada Artinya Jika Warga Tetap Keluar Rumah

Dampak Covid-19, Dispar Makassar Perpanjang Penutupan Sementara Industri Pariwisata

PMI: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Deng Ical: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar