Tempe Diajukan Sebagai Warisan Kuliner Budaya di UNESCO, Sandiaga: Kita Harus Belajar dari Rendang

Terkini.id, Jakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan akan mendaftarkan kuliner tradisional Indonesia, tempe sebagai warisan kuliner budaya di UNESCO.

“Siapa yang setuju tempe menjadi warisan budaya dunia yang diakui UNESCO? Setelah Rendang sudah go international. Sekarang saatnya tempe ya, guys,” tulis Sandiaga pada postingan Instagram-nya, Rabu 2 Juni 2021.

Menurut Sandiaga, persiapan sudah rampung. Ia mendukung tempe dengan ukuran apapun, dari yang ukuran sachet sampai dengan sebesarbatu bata.

Baca Juga: Waroeng Steak&Shake, Satu Dekade Hadir di Makassar Jadi Restoran Favorit...

“Ini menarik setelah kami mendorong dangdut sebagai intangible cultural heritage, tempe ini menjadi item selanjutnya. Persiapan sudah dilakukan untuk kami masukkan tahun depan,” ungkap Sandi.

Lebih lanjut, Sandiaga berharap penetapan tempe sebagai warisan budaya dunia ini akan melibatkan banyak orang, dari pengrajin lokal sampai pengusaha besar.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dapat Dukungan dari Emak-emak Maju Capres 2024

Dilansir dari CNN Indonesia, dalam Weekly Press Briefing, Sandiaga mengatakan bahwa kita harus belajar dari rendang yang sudah menjadi panganan nomor satu di banyak media internasional.

Kini saatnya tempe yang merupakan panganan kearifan lokal yang tentunya tidak kalah hebat dari rendang, ikut menyusul sebagai warisan budaya dunia.

Sandiaga menilai, upaya ini perlu dilakukan melalui promosi kuliner dan pariwisata International, sebagai salah satu bagian Gastro Diplomasi atau ekonomi berbasis makanan.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dapat Dukungan dari Emak-emak Maju Capres 2024

“Kita berharap akan membawa tempe dalam kegiatan promosi kuliner dan pariwisata di dunia internasional. Tentunya ini sebagai bagian daripada gastro diplomasi atau ekonomi berbasis mananan,” ungkap Sandiaga.

Demi memastikan promosi tempe ke pariwisata internasional, Sandiaga saat ini terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan tempe sebagai kuliner khas kebanggaan Indonesia.

Sandiaga mengatakan bahwa kita harus belajar dari rendang yang sudah menjadi panganan nomor satu di banyak media internasional, sekarang saatnya tempe /Kumparan.com

Upaya ini diharapkan dapat berdampak besar pada penciptaan lapangan kerja para pelaku ekonomi kreatif kuliner yang menggunakan bahan dasar tempe, dan juga berdampak pada kesejahteraan para petani kedelai.

“Tempe sebagai warisan kuliner budaya dunia harus terus kita kembangkan dengan berkordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Kita terus lakukan diskusi dengan kementerian perdagangan untuk memastikan kesiapan tempe dari segi suplainya maupun dari segi kualitas di pasar. Kita akan membangun tahapan, dan butuh kordinasi dari semua pihak,” tegas dia.

Bagikan