Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik sekaligus Dosen Fisip Universitas Jayabaya, Jakarta, Igor Dirgantara menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah sosok politikus yang selalu dijegal oleh oligarki.
Ia pun menyebut, Prabowo akan mendapatkan tantangan besar dari kaum oligarki saat maju Pilpres 2024.
Penjegalan tersebur dilakukan sebab Prabowo merupakan petarung yang tidak mau dikendalikan oleh kaum oligarki itu.
“Prabowo itu justru sosok yang paling tidak disukai oleh oligarki. Bahkan Prabowo malah selalu dijegal oleh oligarki,” ujar Igor dikutip beritasatu.com, Senin 9 Mei 2022.
Bahkan, Igor menduga munculnya sosok-sosok baru di bursa capres 2024 adalah strategi untuk menghalangi Prabowo maju di Pilpres 2024.
- Hardiknas 2026, Munafri Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas di Makassar
- Presiden Prabowo Subianto Serahkan Satyalancana Wira Karya ke Gubernur Sulsel
- Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta Peserta, Kemenkes Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Dedikasi Nakes
- Dua Guru Lutra Akhirnya Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah
- Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia
Dirinya berpendapat, sosok-sosok baru itu adalah boneka-boneka yang dikendalikan oleh kaum oligarki.
“Munculnya calon-calon yang sekarang karbitkan dan tidak memiliki basis yang kuat, justru merupakan makanan empuk bagi oligarki. Mereka pastinya relatif akan manut seperti kerbau yang dicokok hidungnya, karena relatif tidak punya kapasitas dan bargaining yang kuat. Oligarki bisa membeli dan mengatur calon-calon yang baru ini (boneka),” jelas dia.
Meskipun pernah kalah dalam Pilpres 2014 dan 2019, Igor menilai, Prabowo Subianto bukan seorang pecundang kalau maju pada Pilpres 2024.
Menurut Igor, Prabowo mempunyai bermental seorang petarung sejati tetap percaya diri dengan kapabilitasnya.
Igor mengatakan, peluang Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024 juga sangat memungkinkan dengan hasil kinerja yang diperlihatkannya saat jadi Menteri Pertahanan dengan Presiden Jokowi yang sempat beberapa kali jadi lawan dalam pilpres.
“Fakta bahwa yang bisa mengalahkan Prabowo itu cuma Jokowi. Bukan kandidat yang lain. Publik itu sudah jenuh dengan pencitraan. Saat ini, kinerja yang dapat dijadikan tolak ukur penilaian apakah seorang tokoh itu memang pantas untuk maju dalam perhelatan pemilu, bukan alasan yang lainnya,” terang Igor.
Selain itu, Igor mengatakan, langkah Prabowo beberapa waktu lalu dengan safari Idulfitri ke sejumlah tokoh, merupakan obat bagu para pendukung Prabowo yang kecewa.
Pasalnya, realitas menunjukkan bahwa pada kontestasi pemilu semua kandidat yang maju tetap akan didukung oleh komunitas muslim.
Bahkan, kata Igor, Jokowi maju di Pilpres 2019 pun dengan strategi membawa dan menggandeng tokoh NU, Ma’ruf Amin.
Pengalaman di Pilpres memperlihatkan, komunitas pemilih muslim tidak pernah fokus pada satu pasangan kandidat, namun pada seluruh pasangan calon.
Bahkan, pendukung Jokowi yang masih cukup besar pun punya peluang bermigrasi untuk memilih Prabowo di Pilpres 2024.
“Kecewa itu lumrah, tetapi pasti ada obatnya. Safari Lebaran Prabowo ke Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah salah satu awal dari obatnya. Seperti melihat gelas setengah kosong. Yang negative thinking akan memandang setengah kosongnya. Tetapi yang positif akan bersyukur karena terisi air setengah penuhnya,” kata dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
