Terkait Pemecatan dr Terawan, Ketua IDI Minta Dijadikan Peringatan, Singgung Soal ‘Moral Community’

Terkait Pemecatan dr Terawan, Ketua IDI Minta Dijadikan Peringatan, Singgung Soal ‘Moral Community’

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), yakni dr. Adib Khumaidi, buka suara terkait pemecatan dr. Terawan.

Diketahui bahwa praktik ‘cuci Otak’ yang dilakukan oleh Terawan Agus Putranto menjadi salah satu dari pelanggaran yang sangat berat terhadap Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI).

Nah, menanggapi hal tersebut, Adib kemudian meminta agar kasus tersebut dijadikan peringatan, di mana ia juga menyinggung soal moral community dalam organisasi profesi.

“Kami dari Pengurus Besar IDI senantiasa mengingatkan bahwa di dalam konteks organisasi profesi ada moral community yang memiliki nilai dan cita-cita bersama,” tuturnya, dikutip terkini.id dari Kumparan pada Kamis, 31 Maret 2022.

“Yang kemudian menjalankan berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.”

Baca Juga

Lebih lanjut, Adib menjelaskan bahwa terdapat empat hal yang perlu dipenuhi masyarakat profesi, yaitu expertise, responsibility, corporateness, dan etique.

“Pertama ada expertise atau keahlian, kedua adalah responsibility atau tanggung jawab, ketiga adalah corporateness atau kesejawatan, dan yang keempat adalah etique. Empat hal inilah yang menjadi satu dasar di dalam setiap langkah upaya organisasi profesi dalam menjalankan roda organisasi.”

Muktamar IDI ke XXXI di Banda Aceh melanjutkan dari apa yang diputuskan oleh Muktamar ke XXX di Samarinda.

Adib pun berharap bahwa Muktamar IDI ke XXXI menjadi momentum untuk mengembalikan tujuan dan cita-cita IDI.

“Momentum Muktamar IDI di Banda Aceh adalah momentum yang kita harapkan mengembalikan kembali, bahwa profesi dokter seperti halnya tujuan cita-cita didirikannya IDI untuk senantiasa bersinergi dengan pemerintah dengan masyarakat indonesia dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat indonesia.”

IDI tetap akan menjadi rumah untuk seluruh dokter di Indonesia. Untuk itu, perlu ada pondasi yang harus dipegang teguh, seperti kekompakan, kesolidan, kesejawatan yang jadi sebuah kekuatan dalam kembali mewujudkan cita-cita dari organisasi profesi.

Kasus Terawan ini katanya menjadi peringatan dan pembelajaran bagi para dokter di Indonesia untuk tetap memperhatikan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) dalam setiap praktiknya.

Adib juga menyatakan bahwa momentum Muktamar menjadi acuan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa, masyarakat, dan juga seluruh anggota IDI.

“Jadikanlah momentum muktamar ini untuk kita memberikan yang terbaik. Terbaik untuk bangsa, terbaik untuk masyarakat, dan juga terbaik untuk seluruh anggota IDI.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.