Terkini.id, Jakarta – Seorang teroris perempuan yang menyerang Mabes Polri pada Rabu kemarin, 31 Maret 2021, menjadi perbincangan publik.
Terlebih setelah pihak kepolisian menemukan surat wasiat milik pelaku penyerang tersebut saat melakukan penggeledahan di rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur.
Dalam surat wasiat yang ia tinggalkan, Zakiah sempat menyinggung soal Ahok yang disebutnya kafir.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan pada keluarganya agar berhenti mengikuti kegiatan Pemilu.
Itu karena menurutnya, demokrasi, Pancasila, UUD, serta Pemilu berasal dari ajaran kafir yang dianggap Zakiah sebuah kemusyrikan alias menyekutukan Allah SWT.
- BNPT Sebut Bomber Makassar Anggap Aksinya Bulan Madu, Lantas Bagaimana dengan Penyerang Mabes Polri?
- Munarman Menyayangkan Keputusan Polisi Menembak Mati Teroris ZA: Prihatin, Nyawa Manusia di Indonesia Terlalu Murah
- Banyak Diherankan, Begini Cara Teroris ZA Terobos Ketatnya Penjagaan Mabes Polri, Sempat Pura-Pura Bertanya
- Terduga Teroris ZA Sebut Demokrasi, Pancasila, UUD, dan Pemilu Musyrik karena Ajaran Kafir
- Soal Teroris Mabes Polri, Denny Siregar: Sayang, Masih Muda Udah Goblok
Zakiah mengaku melarang keluarganya demikian lantaran ingin menyelamatkan mereka dari fitnah dunia dan agar tidak murtad tanpa sadar.
Berikut potongan surat wasiat yang ditulis oleh Zakiah di mana ia memaparkan opininya tentang hal-hal yang menurutnya merupakan ajaran kafir, sebagaimana dilansir terkini.id dari tribunnews:
Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Al-Quran As-Sunnah.
Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu, dan tidak murtad tanpa sadar.
Selain surat wasiat, pihak kepolisian juga menemukan unggahan terakhir di media sosial Instagram Zakiah yang menampilkan bendera ISIS.
Kapolri lantas memastikan bahwa perempuan tersangka terduga teroris yang menyerang Mabes Polri Jakarta itu berideologi ISIS.
“Yang bersangkutan tersangka berideologi radikal ISIS yang dibuktikan postingan yang bersangkutan di media sosial,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Rabu malam, dikutip terkini.id dari Liputan6.
Menurutnya, penyerang itu memiliki akun Instagram yang baru dibuat dan tampak mengunggah bendera ISIS 21 jam lalu.
Zakiah alias pelaku penyerangan juga dikatakan sempat pamit pada keluarga melalui grup WhatsApp (WA) sebelum melancarkan aksinya.
“Dan ada tulisan masalah bagaimana perjuangan jihad. Kami temukan juga pada saat penggeledahan di rumahnya surat wasiat dan ada kata-kata di WA grup keluarga (bahwa) yang bersangkutan akan pamit,” ungkap Listyo.
Terbaru, pihak kepolisian dikabarkan telah mendatangkan orang tua terduga teroris tersebut ke RS Polri untuk mengonfirmasi identitasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
