Tersangka Makar Suruhan Kivlan Zein Mengaku Mangkal di Jalan Ini

Terkini.id, Jakarta – Salah satu tersangka kasus perencanaan pembunuhan tokoh nasional, yakni Kurniawan alias Iwan, membuat pengakuan mengejutkan dalam video yang dibeber polisi pada Selasa 11 Juni kemarin.

Iwan dalam video tersebut, menyebutkan bahwa alamat mangkal para pelaku yang terkait makar tersebut di Jalan Proklamasi Nomor 36, Menteng, Jakarta Pusat.

Dilansir dari Tempo.co, diketahui alamat tersebut adalah Rumah Perjuangan Rakyat Prabowo-Sandi. Di rumah tersebut, masih terpasang baliho bertuliskan ‘Rumah Perjuangan Rakyat.’

Menurut penjaga, rumah merupakan posko logistik yang sudah tak terpakai.

“Iya, ini posko logistik. Tapi udah enggak dipakai lagi,” ujar pria yang menolak dikutip namanya tersebut Selasa, 11 Juni 2019.

Informasi yang sama tersebut juga ditemukan di situs pencarian Google.

Dengan kata kunci ‘Rumah Perjuangan Rakyat Jalan Proklamasi’ muncul hasil pencarian: Rumah Perjuangan Rakyat Prabowo-Sandi dengan keterangan “tutup permanen.”

Mantan Prajurit TNI

Iwan yang merupakan prajurit TNI, dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1 tentang kepemilikan senjata api ilegal.

Pada saat ditangkap dia membawa satu pucuk senjata revolver magnum dengan 100 butir peluru, yang ia akui juga dia bawa di lokasi unjuk rasa penolakan rekapitulasi KPU atas hasil Pilpres 2019 pada 21-22 Mei 2019.

“Tanggal 21 itu adalah aksi pemanasan demo di KPU. Cuma karena memang massanya belum ramai saya segera kembali ke pangkalan di Jalan Proklamasi Nomor 36,” tuturnya kepada penyidik dalam rekaman video yang diungkap oleh polisi.

Dalam video pengakuan Iwan tersebut dia mengatakan pada Maret lalu mantan Pangkostrad TNI AD, Kivlan Zen, meminta bertemu di Masjid Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada pertemuan itu ia diberi uang Sin$ 15.000 lalu ditukarkan langsung di money changer menjadi Rp 150 juta untuk membeli empat senjata api, yaitu dua laras pendek dan dua laras panjang.

“Saya domisili di Binong, Bogor, saya diamankan polisi terkait ujaran kebencian. kepemilikan senjata api, dan ada kaitannya senior saya yakni Mayor Jenderal Kivlan Zen,” ucap dia dalam video.

Iwan diketahui meminta tersangka lain, yakni Tajudin, untuk melakukan pembunuhan tokoh nasional.

Pada video yang ditunjukkan polisi tadi, Tajudin mengaku diperintahkan oleh Kivlan Zen melalui Iwan untuk mengeksekusi Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Nasional Budi Gunawan, dan anggota Staf Khusus Presiden Bidang Intelejen dan Keamanan Gories Mere.

“Saya mendapat perintah dari Mayjen Purn Kivlan Zen melalui Kurniawan alias Iwan utuk menjadi eksekutor,” tutur Tajudin menceritakan perencanaan pembunuhan tokoh nasional.

Berita Terkait
Komentar
Terkini