Teruji Efektif Hingga 90 Persen, RI Mau Beli Obat Covid-19 Milik Pfizer

Teruji Efektif Hingga 90 Persen, RI Mau Beli Obat Covid-19 Milik Pfizer

R
Dias
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Perusahaan farmasi Pfizer telah mengumumkan hasil uji klinis obat oral Covid-19 miliknya. obat ini diklaim mencegah risiko kasus rawat inap dan kematian akibat Corona hingga 89 persen termasuk pada lansia.

Menanggapi hal itu, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi menyebut Indonesia selalu membuka peluang terhadap obat atau vaksin Covid-19 yang menjanjikan. 

Ia menyebut tidak menutup kemungkinan jika pemerintah membeli obat besutan Pfizer, Paxlovid, seperti penjajakan yang dilakukan pada Molnupiravir.

“Tentunya kita akan mengupayakan akses obat yang memang terbukti memberikan manfaat untuk pengobatan COVID-19,” beber dr Nadia mengutip detikcom, Senin, 8 November 2021.

Meski begitu, dr Nadia masih menunggu hasil uji klinis dan riset lebih lanjut dari pil Paxlovid besutan Pfizer.

Baca Juga

Dikutip dari detikcom, Pfizer belum mengungkap harga pil obat Covid-19 mereka. Namun, perusahaan berjanji penetapan harga akan terjangkau di masyarakat luas, dan ada pendekatan penetapan harga berjenjang berdasarkan tingkat pendapatan negara.

Dari hasil studi Paxlovid, obat atau pil Covid-19 mereka hampir 90 persen efektif mencegah kasus rawat inap hingga risiko kematian pada dewasa dan lansia. 

Sebanyak 1.219 pasien Corona yang terlibat memiliki gejala ringan hingga sedang, dan beberapa dari mereka yang mengikuti riset mempunyai faktor risiko keparahan infeksi seperti obesitas dan lansia.

Dalam riset juga ditemukan pada analisis pemberian obat selama 28 hari, tidak ada pasien yang meninggal dunia. Pil atau obat Covid-19 ini diberikan tiga hari kepada pasien yang mengalami gejala.

“Data ini memperlihatkan bahwa kandidat obat antivirus kami, bila disetujui oleh pihak berwenang, berpotensi menyelamatkan nyawa pasien, mengurangi tingkat keparahan gejala akibat infeksi COVID-19, dan mengurangi hingga sembilan dari sepuluh kasus rawat inap,” kata Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla, dikutip dari Reuters.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.