Seketika dikagetkan kiriman foto seorang teman yang menggambarkan kepadatan kendaraan yang didominasi roda dua terjebak kemacetan.
Pemandangan mengkhawatirkan itu terjadi di bagian utara Makassar. Tempat mukim sahabat yang kirim gambar itu.
Sejurus kemudian, saya terpikir sembari membatin. Kenapa perilaku seperti itu masih terjadi di tengah kekhawatiran, bahkan kepanikan akibat virus Korona yang kian ganas.
Puluhan korban terpapar. Rumornya, mereka termakan isu penutupan pasar dan akses berbelanja lainnya. Mereka panik.
Persoalannya, mereka bergumul nyaris tanpa pengaman. Terlintas, apa mereka tidak berpikir sehat, lebih waras ihwal bahaya yang mengintainya.
Lagi, tidak elok menyalahkan masyarakat dengan ragam alasan. Pastinya mereka belum sepenuhnya menyadari resikonya. Resiko sosial kala seorang positif Korona berada dalam kerumunan itu.
Informasi yang mereka terima tidak utuh. Tingkat kewarasan dan kewaspadaan menjadi kesatuan. Berpikir cerdas dan mawas akan wabah Korona perlu terus didendangkan. Hingga masyarakat mafhum bahwa dirinya menjadi tubuh sosial. Bisa saja terpapar virus atau justru sebaliknya, penyebar aktif.
Membangun kesadaran publik hingga menumbuhkan optimisme jadi tanggung jawab bersama dalam membangun kesadaran kolektif. Kuncinya, political will pemerintah serta kesadaran masyarakat semakin waras, tersadar membentengi diri demi kemaslahatan bersama.
Ketegasan pemerintah dalam mererapkan PSBB, membatasi gerak sosial berskala besar hingga ‘lock down’ secara total memungkinkan diterapkan.
Makassar masuk zona merah, grafiknya terus naik. Tidak sebanding kesigapan petugas dan kesadaran masyarakat.
Mari bersama berpikir lebih waras, berpikir sehat membangun optimisme dan lebih waspada lawan virus Korona. Dimulai dari diri kita, ibda’ binafsi.
Semoga !
Firdaus Muhammad, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
