Terkini.id, Bulukumba – Meski padat dengan jadwal sosialisasi, Tomy Satria Yulianto masih tetap menyempatkan waktu untuk ziarah di pemakaman kakeknya, Karaeng Boto Daeng Pabeta di Dusun Jannaya Desa Lembbanna, Kecamatan Kajang, Jumat 30 Oktober 2020.
Tomy Satria diantar oleh pemangku adat dan puluhan warga setempat. Ikut hadir istri dan anaknya, sejumlah saudara dan kerabat dekat termasuk ayahnya, Puang Sangkala.

Puang Sangkala mengaku, jika makam yang diziarahi adalah orang yang bersejarah di masa lalu di Kajang. Juga sebagai pahlawan pejuang melawan penjajah, hingga dinobatkan sebagai Karaeng Kajang atau raja Kajang di masa lalu.
“Hari ini Jumat adalah hari yang berberkah. Kami memboyong keluarga untuk ziarah perkuburan Karaeng Boto Daeng Pabeta. Yang juga adalah kakek mereka,” ujar Puang Sangkala.
Masyarakat yang hadir pada proses ziarah juga adalah kerabat Tomy Satria di Kajang. Mereka mengakui, jika Tomy Satria masih memiliki hubungan darah yang dekat dengan mereka warga Kajang.

- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dorong UMKM Makassar Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar
- PT Vale Meraih Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman
- Entrepreneurial Banking: Dari Intermediasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi
- Mediasi Buruh Bagasi Pelabuhan Makassar, DPRD Sulsel Beri Pelni Tenggat 3 Bulan
- SMAN 21 Makassar Kampiun AXIS Nation Cup 2026 Regional Makassar, Siap Tantang Para Juara Sulawesi di Palu
“Pak Tomy adalah kita. Kita adalah pak Tomy. Artinya, mereka adalah bagian dari kami. Olehnya restu masyarakat Kajang untuk melancarkan jalannya beliau pada 9 Desember 2020 mendatang harus kami restui dan dukung bersama,” kata Enol.
Bang Enol, sapaannya bahkan mengurai silsilah keluarga Tomy Satria di Kajang, bermula dari Karaeng Kajang, Karaeng Boto Daeng Pabeta, ke Beba Daeng Maloga ke Sikong daeng Rimang, Karaeng H. Sego ke Karaeng Nuhung ke Puang Sangkala, hingga ke Tomy Satria.
“Karaeng Boto Daeng Pabeta adalah orang yang pernah menjadi Karaeng Kajang yang bergelar Karaeng Kuloroa, Tau Tunangnga Rijaranna (Gelar Anumerta). Dia diberi gelar itu karena tewas melawan Belanda. Dan juga satu-satunya Karaeng Kajang yang melawan Belanda,”ujar Bang Enol.

Sementara itu, Tomy Satria Yulianto mengaku, jika berziarah ke makam kakeknya, bukan pertama kalinya.
“Tahun 2015 lalu, pernah ziarah ke Makam Karaeng Boto Daeng Pabeta. Dan hampir setiap tahun datang ziarah kubur di makam-makam sekitarnya,” kata Tomy Satria.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
