Tiga OPD Pemkot Makassar dapat Teguran, Hobi Tidak Ikut Apel

Plt Kepala BKPSDM Kota Makassar Basri Rachman

Terkini.id, Makassar – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar telah menegur sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara tertulis.

Plt Kepala BKPSDM Kota Makassar Basri Rachman mengatakan memberi teguran lantaran banyak pegawai di OPD tersebut melanggar kedisiplinan, salah satunya hobi tidak ikut apel.

“BKD ini sudah berbicara data, tetapi kalau ada pembenaran tentu kita akan lakukan pembenaran lagi. Setidaknya BKD sudah mengambil sikap dengan adanya ketidakpatuhan pegawai,” kata Basri, Jumat, 10 Januari 2020.

Berdasarkan data BKPSDM, posisi teratas OPD yang paling banyak pegawai hobi tidak ikut apel adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Setelah itu, menyusul Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Bagian Umum Setda Kota Maksssar.

“Harusnya Satpol PP misalnya, harus lakukan validasi ke BKPSDM apabila ada pegawainya yang dibebastugaskan 2×24 jam supaya kita bisa biarkan kalau memang begitu kondisinya,” ujarnya.

Kepala Bidang Kinerja dan Penghargaan BKPSDM Kota Makassar Munandar menyebut setidaknya ada ribuan ASN di lingkup Pemkot Makassar yang hobinya tidak ikut apel.

Hasil tersebut dikatakan Munandar berdasarkan pendataan BKPSDM setiap melakukan apel, dan di umumkan langsung saat itu juga.

“Nah dalam tiga bulan terakhir ada 1.000 orang ASN Pemkot Makassar yang hobi atau berulang-ulang tidak ikut apel,” ucap Munandar

Selain itu, Munandar juga mengaku jika data tersebut diambil berdasarkan variabel monitoring dan laporan masuk, serta penelusuran daftar hadir.

Bahkan Munandar tak segan menyebut posisi tiga teratas SKPD penyumbang pegawai terbanyak yang hobi tidak apel.

“Jadi paling banyak pegawainya itu hobi tidak apel di pegang oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Bagian Umum. Itu tiga SKPD teratas,” sebut Munandar.

Lebih jauh Munandar menjelaskan bahwa nama ASN tersebut telah disampaikan pada seluruh atasan langsungnya untuk diberikan teguran ataupun pembinaan.

“Sudah kita sampaikan ke atasan langsungnya. Ada yang memberikan tindakan, ada juga tidak, seharusnya atasan langsungnya itu memberikan sanksi,” jelasnya.

Olehnya, Munandar mengaku jika pihaknya menargetkan akan memberi sanksi kepada atasan langsungnya karena dianggap terkesan adanya pembiaran.

“BKD Target akan sanksi atasan langsungnya, karena terkesan adanya pembiaran. Jangan selalu salahkan BKD karena kadisnya punya kewenangan melakukan pembinaan. Kalau ada yang tidak bisa dibina lagi dan mau diberhentikan suru kirim ke sini kita akan berhentikan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Makassar Iman Hud saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, membantah jika pihaknya dikatakan hobi tidak ikut setiap ada apel.

Justru, Iman menegaskan bahwa pihak Satpol PPlah yang menjadi pelaksana pada setiap adanya apel di lingkup pemerintah Kota Makassar.

“Jadi bagaimana bisa dikatakan tidak ikut apel, na kita (Satpol) yang menjadi pelaksana apel. Apalagi banyak anggota kerja 24 jam, jadi tidak mungkin mau datang apel pagi jam 7,” tegas Iman.

Iman menyebut setiap, pihaknya hanya mengutus perwira-perwira, sedangkan yang non PNS bertugas di tempat lain.

“Karena mereka (pegawai Satpol) bekerja 24 jam maka Satpol PP melakukan upacara atau apel tersendiri jam 8 pagi. Tidak sama SKPD lain yang datangnya jam 7 pulangnya jam 4,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cegah Corona, PMI Makassar Semprot Disinfektan Dua Perumahan Dosen

Gandeng PMI Makassar, PT Bintang Salurkan 1000 APD ke Sejumlah RS

DPRD Makassar Alokasikan Rp10 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

KM Lambelu Dikarantina 2 Mil Dari Dermaga Makassar

Pemkot Makassar Belum Terapkan PSBB, Ini Tanggapan Ketua DPRD

Hindari Politisasi Penyaluran Bantuan Dampak Covid-19

Jurnalis distribusikan APD di 11 Kecamatan Kota Makassar

PMI Makassar Semprot Disinfektan Balai Kota

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar