Tiga Proyek Vale Bikin Harga Saham INCO Ditarget Naik Tinggi

Tiga Proyek Vale Bikin Harga Saham INCO Ditarget Naik Tinggi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Perusahaan tambang di Sulawesi, PT Vale Indonesia (INCO) yang sedang memulai proses pembangunan smelter di tiga lokasi, membuat broker saham optimistis.

Untuk diketahui, perusahaan tambang yang sahamnya dimiliki oleh Brasil dan perusahaan BUMN itu menggarap tiga megaproyek yang nilainya mencapai USD 9 miliar atau sekitar Rp138 triliun.

Perusahaan broker saham, Verdhana Sekuritas memasang target tinggi buy-back saham Vale yang berkode INCO itu dengan target harga tinggi Rp8.500 dibandingkan harga sebelumnya, Rp5.800.

Dalam laporan riset terbarunya, Verdhana Sekuritas merinci tiga proyek nikel Vale tersebut, di anfaranya proyek high pressure acid leach (HPAL) di Blok Pomalaa bersama Huayou dan Ford, proyek feronikel Bahodopi dengan Xinhai dan Tisco serta terakhir proyek HPAL Sorowako bersama Huayou dan Huali.

Sebelumnya, Head of Commucation Vale Indonesia Bayu Aji menyampaikan, perseroan terus mengebut penyelesaian ketiga proyek tersebut agar rampung pada 2026, sehingga meningkatkan kapasitas produksi perseroan
Adapun kapasitas HPAL Pomalaa, Sulawesi Tenggara, mencapai 120 ribu ton dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP), sedangkan feni Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, 73 ribu ton nikel per tahun.

Baca Juga

Adapun kapasitas HPAL yang mengolah nikel limonit Blok Sorowako, Sulawesi Selatan, ditargetkan mencapai 60 ribu ton nikel dalam bentuk MHP per tahun. MHP perlu diolah menjadi koblat dan nikel sulfat untuk menjadi precursor katoda baterai kendaraan listrik (EV).

Pada 25 Agustus 2023, Vale Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama definitif dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd dan PT Huali Nickel Indonesia (Huali) untuk pembangunan fasilitas HPAL di Sorowako.

Proyek tersebut akan mengolah bijih nikel berjenis limonit Blok Sorowako, sedangkan pabrik HPAL akan berlokasi di Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

CEO Vale Indonesia Febriany Eddy menerangkan, proyek ini bersama dengan progres terbaru proyek HPAL Pomalaa dan proyek Morowali adalah bagian dari perwujudan komitmen pertumbuhan dan pemenuhan komitmen investasi perseroan.

“Kerja sama ini selaras dengan visi Indonesia untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik domestik, sekaligus menjadikan PT Vale sebagai kontributor utama dalam menjawab tantangan dekarbonisasi dunia, dengan investasi yang mampu menghadirkan peningkatan ekonomi lokal, dan memastikan pemberdayaan yang optimal untuk sumber daya nikel Indonesia,” terang Febri, belum lama ini.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.