Terkini.id, Jakarta-Tim Gabungan TNI Polri melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKSB) di Kp Jalai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya. Ini merupakan hasil pengembangan pasca penghadangan terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) oleh KKSB pada Jumat, 9 Oktober 2020 lalu.
Dari hasil pengembangan dan pengumpulan informasi masyarakat salah satu kelompok KKSB bermarkas di Kp Jalai Distrik Sugapa. Senin, 26 Oktober 2020.
Tim gabungan TNI Polri melaksanakan pengintaian terhadap markas KKSB di Kp Jalai distrik Sugapa, dan teridentifikasi salah satu honai yang diduga kuat sebagai salah satu pos KKSB.
Dari informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa KKSB beberapa kali meminta jatah dana satu desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum desa.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) Kolonel Czi IGN Suriastawa memastikan, sosok yang tewas dalam penggerebekan tersebut bukanlah tokoh agama.
- Matangkan Persiapan Porsenijar, Wakil Bupati Sidrap Tinjau Langsung Kesiapan Lokasi
- Hari Kartini, Kaukus Parlemen DPRD Sulsel Usul Perda Perlindungan Anak
- Haris Abdul Rahman Resmi Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Sulsel Periode 2024-2029
- Kasus Pengadaan Seragam Gratis Pemkab Lutim Naik Penyidikan, Jaksa Segera Ekspose Perkara
- Hj. Rita A. Latief, Sosok Perempuan Aktif yang Menguatkan Peran Publik dan Keluarga
“Sasaran sudah diintai lama, selain didasarkan info akurat bahwa yang bersangkutan aktif dalam aksi KKSB. Hal ini juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain,” ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.
Penindakan dimulai pukul 05.30 WIT oleh Tim Gabungan TNI-Polri dan berhasil menewaskan 1 orang KKB an Rubinus Tigau dan mengamankan 2 orang lainnya yang salah satunya mengaku adik dari Rubinus Tigau.
“Rubinus Tigau memang aktif dalam aksi KKSB selama kurang lebih 1 tahun terakhir,” kata adik Rubinus.
Atas permintaan pihak keluarga, korban tewas Pok KKSB dikubur di tempat. Tim Gabungan TNI-Polri membantu menggali kubur.
“Saat pemakaman, pihak keluarga mengakui bahwa korban selama ini aktif dalam aksi KKSB,” terang Suriastawa.
Pada pukul 09.30 WIT, Tim Gabungan TNI-Polri melaksanakan konsolidasi dalam keadaan aman.
Pada penindakan ini, terdapat 1 anak an Meinus (6) yang mengalami luka di bagian pinggang kiri akibat rekoset. Meinus kemudian dievakuasi ke bandara Bilorai, Intan Jaya selanjutnya ke Timika untuk perawatan medis lebih lanjut, didampingi 2 orang keluarganya.
Dalam penindakan ini, barang bukti yang disita di antaranya, beberapa panah dan anak panah. Senjata Tajam Parang. Senjata Rakitan 1 pucuk. Dokumen Struktur Organisasi KKB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya. Uang tunai Rp. 69 juta, 2 unit telepon genggam.
Terkait informasi yang menyebutkan korban adalah tokoh agama di kampung tersebut, Kapen Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa menjelaskan, sasaran sudah diintai lama, selain didasarkan info akurat bahwa yang bersangkutan aktif dalam aksi KKSB. “Hal ini juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain,” tambahnya.
Kolonel Suriastawa juga meluruskan informasi yang menyebutkan korban adalah tokoh agama di kampung tersebut. Dia menjelaskan petugas sudah lama mengintai sasaran.
“Selain didasarkan info akurat bahwa yang bersangkutan aktif dalam aksi KKSB. Hal ini juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain,” katanya.
Suriastawa menambahkan, pascakejadian di Hitadipa, ada kecenderungan korban dari pihak KKSB selalu dikaitkan dengan tokoh agama. Di luar kasus Hitadipa, lanjutnya, terdapat 3 kasus yang oleh KKSB dikaitkan dengan tokoh agama. Dia mengingatkan KKSB untuk tidak bermain-main dengan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
“Termasuk tanggal 19 Oktober lalu, masifnya intimidasi dari KKSB untuk mengibarkan bendera bintang kejora sambil berkumpul di rumah-rumah ibadah. Hal ini sangat disayangkan karena membawa-bawa sentimen agama untuk kepentingan aksinya,” ungkapnya
Kolonel Suriastawa mengatakan TNI-Polri sangat menghormati tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dimanapun, termasuk di Papua. Tidak ada keuntungan berseberangan dengan tokoh-tokoh ini, apalagi membunuhnya.
“Justru TNI-Polri sangat membutuhkan kerja sama para tokoh ini karena dengan pengaruhnya yang sangat besar kepada masyarakat, dan seharusnya dapat menjadi contoh tauladan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kepatuhannya pada hukum Indonesia,” kata Suriastawa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
