Terkini, Makassar – Tim dosen Dosen Teknik Listrik PNUP yang diketuai oleh Alamsyah Achmad dengan anggota Usman dan Ahmad Rosyid Idris serta 2 orang mahasiswa melaksanakan PKM dengan judul I”mplementasi SPATS Tipe Battery-Coupled Menggunakan Pompa Submersible dengan Penjadwalan Penyiraman Terprogram untuk Tanaman Bawang Merah pada Kelompok Saleha”.
Menurut ketua pelaksana, PKM merupakan program kemitraan masyarakat yang merupakan salah satu skema PKM yang dibiayai oleh DIPA PNUP tahun anggaran 2024, adalah salah satu tri dharma bagi dosen.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan penerapan ilmu sesuai dengan masing-masing keahlian dosen untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Mitra dari kegiatan PKM ini adalah Dusun Serang, Desa Bungin, Kabupaten Enrekang.
Permasalahan masyarakat Dusun Serang yang diselesaikan dalam kegiatan ini adalah peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan tanah, penanaman, pemberian pupuk, serta pemanenan maupun proses penyiraman oleh mitra masih menggunakan alat konvensional dengan menggunakan tenaga manusia.
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
- Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur'an, Ini Pesannya!
- Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
- Husniah dan Ombas Pakai Pengacara Yang Sama Saat Berurusan dengan Polda
Untuk proses penyiraman, mitra terlebih dahulu memompa air dari sungai menggunakan pompa berbahan bakar disel untuk ditampung sementara pada bak penampungan.
Selanjutnya, dari bak penampungan sementara ini akan dipompa lagi ke tanaman Bawang Merah dengan menggunakan pompa berbahan bakar bensin.
Proses tersebut berlangsung secara manual dimana prosesnya dilakukan oleh manusia dalam hal ini adalah mitra.
Biaya operasional dalam proses penyiraman Bawang Merah karena menggunakan pompa bermesin Disel serta proses penyiramannya yang masih konvensional yaitu proses penyiramannya dengan meng-on atau off-kan pompa secara manual menjadi beban yang dirasakan oleh mitra.
Berdasarkan permasalahan di atas pengusul dari kegiatan ini merencanakan untuk menekan biaya penyiraman dengan mengganti pompa bermesin Disel dengan Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS) tipe battery-coupled menggunakan pompa submersible dan membuat sistem penyiraman yang terjadwal secara otomatis, sehingga proses penyiraman tidak lagi bergantung kepada manusia.
Ketua pengusul mengungkapkan, melihat kondisi yang ada, maka pihaknya memanfaatkan pompa submersible dengan menggunakan panel surya sebagai sumber energi listrik.
“Selanjutnya disiapkan sistem otomatisasi untuk menjadwalkan penyiraman tanaman bawang. Pilihan solusi berdasarkan latar belakang kami sebagai pengusul yang telah melakukan berbagai penelitian mengenai energi terbarukan dalam hal ini energi matahari,” tambahnya.
Tanggapan dari mitra dengan pelaksanaan kegiatan ini adalah sangat positif dan mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Ujung Pandang telah melaksanakan kegiatan di Dusun Serang berupa sistem pompa air untuk penyiraman tanaman bawang.
“Kami dari penduduk Dusun Serang, bersyukur dengan kegiatan semacam ini. Alhamdulillah, kami tidak lagi mengoperasikan mesin diesel yang membutuhkan bahan bakar dan penyiramannya sudah otomatis. Kami juga berharap tahun depan masih PNUP masih melakukan kegiatan semacam ini di kampung kami ini,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
