Terkini.id, Bantaeng – Mahasiswa jurusan teknik mesin dan teknik sipil Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan jurusan teknik sipil Politeknik Negeri Unjung Pandang (PNUP) Makassar melakukan penelitian slag nikel.
Pemanfaatan slag nikel rupanya menjadi tujuan utama sejumlah dunia pendidikan untuk dikembangkan menjadi bahan baku campuran aspal.
Kendati demikian, pihak Huadi Group sudah melakukan berbagai langsung mulai mengolah slag nikel menjadi batako hingga menjadi paving blok yang merupakan kebutuhan masyarakat luas.
Health, Safety And Environment PT Huadi Bantaeng Industry Park (HBIP), Armin Manninriang mengaku, pabrik pengolahan nikel atau smelter Huadi Group di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, terus memaksimalkan penelitian dan pengembangan terkait slag nikelnya.
Menurut Armin salah satunya adalah menerima mahasiswa untuk melakukan penelitian nikel slag, khsususnya mahasiswa tingkat akhir dibeberapa perguruan tinggi seperti Unhas dan PNUP.
- Pulau Panambungan Sambut Asesor UNESCO, Tegaskan Komitmen Jadi Destinasi Unggulan Geopark Maros-Pangkep
- Pelindo Regional 4 Dorong Kolaborasi Lintas Divisi Lewat Break The Silo
- Pegadaian Kanwil VI SulSelBarra Maluku Perkuat UMKM dan Literasi Emas Lewat Pameran di Makassar
- Hadapi Lonjakan Permintaan, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Operasikan Depot Makassar 24 Jam untuk Distribusi Biosolar
- Prestasi Membanggakan, Bulukumba Bawa Pulang Lima Penghargaan Harganas 2026
“Semakin banyak penelitian yang dilakukan oleh akademisi akan menambah referensi untuk menuntaskan persoalan slag nikel Huadi Group,” kata Armin
Adapun judul penelitian mahasiswa tersebut “Analisis karakterisasi kandungan unsur dan struktur kristal nickel slag sebagai partikel abrasif pada proses ultrasonic machining setelah heat treatmen pada temperatur 900°c”.
Dan “Pengaruh iklim pesisir ternadap kinerja campuran beraspal berbahan slag nikel”. Demikian judul para mahasiswa semester akhir Unhas dan PNUP tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
