Ia mengisahkan, keputusan masuk dunia malam dulu bukan karena keluarga tidak mampu.
“Orangtua saya PNS, masih mampu membiayai saya. Tapi setelah berpisah dengan suami, saya stres. Kalau terus tinggal di rumah, saya hanya menangis. Jadi daripada saya gila karena stres, akhirnya saya memilih bekerja di dunia malam,” tuturnya.
Melalui pendekatan experiential learning, program HiFive bukan hanya mengajarkan aspek psychological capital, emotional well-being, spiritual well-being, financial well-being, dan social well-being, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberi pelajaran bahwa mendampingi kelompok marginal bukan sekadar tentang teori, melainkan tentang empati dan keberanian untuk hadir. Bagi para mantan PSP, HiFive hadir sebagai ruang aman tempat mereka tumbuh, pulih, dan bangkit kembali.
Di sinilah makna slogan HiFive, “Pulih, Berdaya, Jatuh, Bangkit Kembali”, menemukan wujudnya. Slogan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan perjalanan nyata yang sedang dijalani para mantan pekerja seks perempuan: memulihkan luka masa lalu, menemukan daya dalam diri, menghadapi jatuhnya stigma, dan bangkit kembali dengan keberanian.
- Klinik Biota Medical & Aesthetic Makassar Hadirkan Volnewmer dan Ultraformer MPT, Teknologi Perawatan Wajah Nomor 1 di Korea
- APINDO Bakal Gelar Kuliah Umum di Unhas, Bahas Strategi Membangun Entrepreneur Muda di Era Global
- Wakil Bupati Gowa Buka Gowata Road Race Championship, Hidupkan Kembali Semangat Otomotif Setelah 20 Tahun Vakum
- Doublehelix Indonesia Peringati Usia ke-17 dengan Evaluasi Kinerja dan Malam Apresiasi Karyawan
- 5 Dokumen Wajib agar Pinjaman Online Cepat Cair Tanpa Ditolak
Penulis: Fitriyani Suhasti (Mahasiswi KKN UIN Alauddin Makassar).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
