Terkini.id, – Ketika tubuh berada dalam kondisi kekurangan sel darah merah atau kekurangan zat besi kita menyebutnya terkena anemia.
Anemia membuat tubuh terasa lelah dan lemas tak bertenaga sehingga dalam tingkat yang parah jika dibiarkan akan membahayakan tubuh.
Gejala yang paling parah akan membuat tubuh mengalami kelelahan parah, masalah jantung, sistem kekebalan tubuh melemah, komplikasi bahkan bisa menyebabkan kematian.
Untuk jangka sementara anemia bisa bersifat ringan atau parah, dengan tanda yang berbeda-beda tergantung penyebabnya.
Gejala yang umum untuk anemia seperti
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
- Resmi Dilantik, DPW LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Perkuat Peran Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
- Pemkot Makassar dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan JHT bagi 45 Ribu Pekerja Rentan, Pertama di Indonesia
- Temuan Awal Dana Pungli Rp1,86 Miliar di Kasus Korupsi Dinas Perumahan Gowa, Polisi Telusuri "Aktor" Lainnya
– Kelelahan
– Tubuh lemah
– Kulit menjadi pucat atau kekuningan
– Detak jantung tidak teratur
– Sesak nafas
– Pusing
– Nyeri dada
– Tangan dan kaki dingin
– Sakit kepala
Anemia bisa dicegah dengan cara sederhana dan mudah, sehingga tubuh tetap sehat dan berenergi.
Berikut 5 tips praktis mencegah kekurangan darah atau anemia.
1. Makan Makanan Tinggi Zat Besi
Makanan yang tinggi zat besi adalah faktor utama mencegah anemia.
Kebutuhan zat besi seseorang tergantung usia dan pertumbuhannya, misalnya untuk anak kuliah, perempuan membutuhkan antara 15-18 miligram zat besi sehari, sedangkan anak laki-laki membutuhkan antara 8-11 miligram zat besi perhari.
Makanan yang mengandung tinggi zat besi seperti daging sapi, daging merah, hati, telur, ikan, unggas, kerang, tiram, udang, sarden, kacang kedelai, tahu, kacang-kacangan,
Zat besi dari daging lebih baik diserap tubuh dibandingkan daripada zat besi dari tumbuhan.
Di dalam sebutir telur mengandung zat besi sekitar 0.6 miligram dalam sebutir. Seorang vegetarian dapat mengonsumsi banyak telur untuk memenuhi kebutuhan zat besinya, selain itu makan biji-bijian, sayuran bertepung seperti kentang, kedelai, tahu, sayuran berdaun tua, kacang-kacangan.
Makanan yang mengandung vitamin B12 juga mencegah anemia seperti telur, produk susu, kedelai tanpa pemanis tambahan, sayur -sayuran
2. Makan Makanan yang Diperkaya Zat Besi dan B12
Makanan yang diperkaya zat besi akan cukup memenuhi kebutuhan zat besi sepanjang hari, hanya dalam satu porsi.
Contoh : Sereal
3. Makan Makanan yang Tinggi Vitamin C
Vitamin C berfungsi meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh sehingga mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C akan membantu tubuh mengatasi anemia.
Sumber vitamin C banyak terdapat dalam buah dan sayuran seperti jus sitrat, melon, jeruk, paprika, tomat, brokoli.
4. Hindari Minum Kopi atau Teh di Waktu Makan
Disarankan tidak mengonsumsi kopi dan teh di waktu makan sebab jenis minuman ini secara drastis mengurangi jumlah zat besi yang diserap dari makanan yang dikonsumsi.
Penelitian menunjukkan penurunan penyerapan zat besi saat minum teh bersamaan dengan makanan mencapai hingga 62 persen pada zat besi tertentu.
Untuk zat besi dari daging tidak terpengaruh oleh minuman kopi dan teh bersamaan waktu makan. Zat besi dari nabatilah yang sangat terpengaruh dengan kedua jenis minuman ini.
5. Selalu Mencatat Asupan Kalori
Aplikasi seperti MyFitnessPal menyediakan fitur pencatat kalori sehingga memudahkan kita untuk mengetahui berapa banyak kalori yang kita konsumsi melalui makanan. Cara ini sangat praktis untuk melacak semua makanan kaya zat besi yang bisa ditambahkan dalam pola makan harian kita sehingga tubuh bisa terhindar dari kekurangan darah atau anemia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
