Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristyanto, menilai gagasan yang disampaikan Maruf Amin dalam Debat Cawapres menguatkan visi misi Joko Widodo. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang beragam gagasannya dinilai tidak sinergis dengan visi misi Prabowo Subianto.
“Visi misi KH Ma’ruf Amin terbukti menyatu dengan Jokowi. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang lebih menampilkan gagasan pribadi,” ujar Hasto di Jakarta, seperti dilansir Pikiran Rakyat, Minggu 17 Maret 2019.
Hasto menegaskan, visi misi Cawapres tidak boleh berjalan sendiri. Harus menyatu dengan visi misi Calon Presiden.
Hasto mengingatkan kepada semua masyarakat, bahwa Indonesia tidak boleh memiliki Wakil Presiden yang visi-misinya tidak seirama dengan visi-misi Presiden.
“Konsistensi Ma’ruf Amin yang menjabarkan program Jokowi, telah memberikan sentuhan islami yang sangat pas ditampilkan. Semua pemimpin punya tugas menciptakan kemaslahatan bangsa dan melindungi umat, sementara Sandi lebih artificial yang dibungkus oleh pakaian mahal,” tegas Hasto.
- Kepesertaan JKN 98,19 Persen, Indonesia Sabet Predikat UHC Jelang HUT RI ke-79
- Wapres Ma'ruf Amin Nilai Film Dirty Vote Bagian dari Dinamika Politik
- Dalam perayaan Migrants Day 2023, Benny Rhamdani Harap Ada Dana Abadi Bagi Pekerja Migran Indonesia
- Menko Polhukam Pimpin Rapat Terkait Penampungan Warga Rohingya
- Kementan dan TNI Perkuat Sinergi, Mentan : Ketahanan Pangan Identik Dengan Ketahanan Negara
Ucapan Sandiaga yang kerap mengkritik program yang sudah dikerjakan Jokowi terkesan asal kritik. Seperti kritiknya terhadap BPJS Kesehatan, tidak juga memberkan solusi konkret.
Terkait ide Sandiaga untuk menjual program OK-OC untuk digunakan di Indonesia, Hasto menilai, program tersebut adalah program usang yang tidak mengalami perubahan signifikan.
“Cawapres 02 lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang telah gagal diterapkan di DKI Jakarta, yakni OK-OC,” ungkap Hasto.
Hasto mengatakan, dari target OK-OC sebanyak 40 ribu per tahun, yang mendaftar hanya 1000 atau 2.5% dan hanya 150 orang yang dapat modal.
“Ini adalah cerminan gagalnya program OK-OC yang ditawarkan Sandiaga,” tutup Hasto.
Juru Bicara TKN 01, Ace Hasan Syadzil, menyatakan bahwa gagasan yang disampaikan Sandiaga tak ada hal yang baru. Pada sektor pendidikan, konsep link and match yang diinginkan Sandiaga sedang dilakukan Jokowi-JK.
“Ma’ruf Amin yang akan menyatukan koordinasi lembaga riset dengan membentuk Badan Riset Nasional, merupakan langkah jitu guna memaksimalkan penelitian dan pengembangan di Indonesia,” ujar Ace.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.