Tolong Anak Muslim Afghanistan dari Ancaman Taliban, Rabi Yahudi: Saya Harus Bantu Mereka

Terkini.id, Jakarta – Seorang rabi Yahudi Ortodoks bernama Moshe Margaretten memutuskan untuk menolong anak muslim di Afghanistan dari ancaman tindakan Taliban yang berkuasa penuh di negara itu.

Rabi Yahudi itu menceritakan pengalamannya menolong sejumlah anak muslim Afghanistan dari cengkeraman pasukan Taliban di negara Timur Tengah tersebut.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Moshe mengatakan bahwa misinya adalah untuk menyelamatkan empat anak muslim Afghanistan yang terpisah dari ibunya.

Baca Juga: Yusuf Muhammad Sebut Pendukung Taliban Jadi Benalu dan Bikin Rusuh,...

Menurut laporan, ibu dari keempat anak itu telah meninggalkan Afghanistan beberapa tahun lalu dan terbang ke Amerika Serikat setelah suaminya tiba-tiba menghilang dan meninggalkan anak-anak mereka.

“Saya memikirkan keempat anak itu, semuanya berusia di bawah 18 tahun, saya pikir ‘siapa yang tahu jika mereka masih hidup, saya harus mencoba menjangkau mereka’,” ujar Moshe, Jumat 15 Oktober 2021 seperti dikutip dari Hops.

Baca Juga: Dianggap Selalu Buat Gaduh, Menkopolhukam Mahfud MD Sebut Anwar Abbas...

“Saya katakan pada ibunya, percaya atau tidak, saya pikir saya bisa membantu anak-anak itu sampai ke bandara,” sambungnya.

Demi mewujudkan misinya itu, Moshe Margaretten melalui organisasinya The Tzedek Association akhirnya terbang ke Afghanistan.

Moshe mengatakan, dirinya menjadi sangat emosional ketika dia melihat keempat anak muslim tersebut akhirnya bisa bersatu lagi dengan ibunya setelah berhasil mengeluarkan mereka dari wilayah Afghanistan.

Baca Juga: Dianggap Selalu Buat Gaduh, Menkopolhukam Mahfud MD Sebut Anwar Abbas...

Berdasarkan penuturannya kepada BBC, Moshe pun mengungkap alasannya sebagai seorang rabi Yahudi mau menolong anak-anak muslim Afghanistan.

“Mengapa seorang rabi Yahudi Ortodoks dari Brooklyn membantu muslim di Afghanistan? Jawabannya sangat sederhana, orang tua dan kakek-nenek saya semuanya selamat dari Holocaust,” ungkpnya.

Menurut Moshe, kakek-neneknya yang berasal dari Hongaria pernah menghadapi kekejaman Nazi ketika menyapu habis Eropa pada Perang Dunia II.

Rabi Yahudi itu pun melihat peristiwa yang dialami kakek neneknya itu hampir mirip seperti yang menimpa keempat anak muslim Afghanistan tersebut yang keselamatannya terancam oleh Taliban.

“Orang tua kami terpaksa melarikan diri untuk hidup mereka dan mereka mengalami rasa sakit yang sangat mirip,” ujarnya.

Bagikan