Toni Kroos Nilai Pep Guardiola Sebagai Pelatih Paling Sempurna

Toni Kroos Nilai Pep Guardiola Sebagai Pelatih Paling Sempurna

R
Dandi Bajuddin
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Gelandang milik Real Madrid, Toni Kroos, baru-baru ini mengungkapkan pelatih yang paling sempurna untuk tipe permainannya.

Di sepanjang karir professionalnya sebagai pemain sepak bola, mantan pemain Bayern Munchen tersebut memang telah dilatih oleh beberapa pelatih top.

Mulai dari Louis Van Gaal, Jupp Heynckes, Rafael Benitez, Zinedine Zidane, Carlo Ancelotti, hingga Pep Guardiola.

Namun di antara nama-nama besar tersebut, Toni Kroos memilih Pep Guardiola sebagai pelatih yang paling sempurna buatnya.

Toni Kroos dan Pep Guardiola memang pernah sama-sama bekerjasama untuk memperkuat Bayern Munchen.

Namun romantisme keduanya hanya berjalan selama semusim kalender sepak bola yaitu pada musim 2013-2014.

Ketika dilatih oleh Pep Guardiola, Toni Kroos sukses mencatatkan 51 kali penampilan dan sukses menciptakan empat gol dan sembilan assist.

Lebih lanjut di akhir musim ia sukses mempersembahkan trofi Bundesliga dan DFB-Pokal, serta mengantarkan Bayern Munchen menembus semifinal Liga Champions.

Setelah musim 2013-2014 berakhir, Toni Kroos meninggalkan Bayern Munchen dan memilih Real Madrid sebagai pelabuhan selanjutnya sebagai karir professionalnya.

Toni Kroos meninggalkan Allianz Arena dikarenakan persoalan gaji yang tidak cocok antar kedua belah pihak.

“Dia berjuang mempertahankan aku sampai hari terakhir. Jika aku harus memilih seorang pelatih sempurna untuk  permainanku, dia adalah orangnya,” ungkap Kroos kepada program Universo Valdano di Movistar Plus.

“Aku sungguh menikmati musim itu, aku telah belajar dan banyak meningkat. Tapi kemudian aku harus memutuskan apakah aku harus meneken kontrak baru berdurasi lima tahun sedangkan Pep bisa pergi lebih awal. Itulah yang ada di dalam pikiranku,” ungkap Kroos.

“Pada akhirnya, klub memudahkanku karena kami tidak mencapai sebuah kesepakatan, yang sebenarnya bisa saja terjadi. Hal yang membuat Bayern kaget adalah aku melakukan seperti yang sempat kukatakan empat atau lima bulan sebelumnya,” sambung Kroos.

“Aku selalu berpikir bahwa gajinya layak untukku, dan mereka berpikir berbeda. Dan aku sudah mengatakannya sejak awal karena itu yang kuinginkan. Pada akhirnya toh itu adalah keputusanku, mereka tidak mau membayarnya dan kemudian aku pergi,” pungkas Kroos.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.