Tragedi Kematian Sejoli di Kamar Kos Makassar, Psikolog UNM: Generasi Muda Dikepung Kecemasan

Tragedi Kematian Sejoli di Kamar Kos Makassar, Psikolog UNM: Generasi Muda Dikepung Kecemasan

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

“Sakit fisik dan mental adalah tanggung jawab pemerintah untuk mencari solusi bagi rakyatnya,” tegasnya.

Dalam mengukur keberhasilan pemerintah, Asniar menyebutkan bahwa kasus bunuh diri dan angka kemiskinan menjadi indikator yang tak bisa diabaikan. Dia mengaku tidak kaget kalau angka bunuh diri meningkat. Menurutnya pemerintah tak ada ‘kepedulian’.

Dia pun mempertanyakan apakah pemerintah saat ini benar-benar fokus pada penanganan isu-isu kritis ini.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk Indonesia di atas usia 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Lebih dari 12 juta orang dalam rentang usia yang sama dilaporkan mengalami depresi, meningkatkan risiko aksi nekat seperti bunuh diri.

Berdasarkan Sistem Registrasi Sampel Badan Litbangkes 2016, setidaknya 1.800 orang melakukan bunuh diri setiap tahunnya, dengan 47,7 persen di antaranya berusia 10-39 tahun. Ini menciptakan keprihatinan khusus terkait generasi muda yang dikepung oleh kecemasan dan ketidakpastian.

“Angka ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Anak-anak sekarang begitu cemas dengan masa depan,” ungkap Asniar.

Laporan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) juga mengungkapkan bahwa 1 dari 3 remaja Indonesia usia 10-17 tahun memiliki masalah kesehatan mental. Dengan skenario ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan serius terkait kesejahteraan psikologis generasi muda.

Menariknya, Indonesia meraih skor 5,277 pada indeks kebahagiaan 2023 menurut World Happiness Report, menempatkannya di peringkat 84 dari 137 negara yang terlibat. Kepuasan hidup masyarakat Indonesia hanya sedikit lebih tinggi dari beberapa negara Asia Tenggara.

“Pertanyaannya sekarang, apa yang dianggap penting oleh kita semua?” tanya Asniar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.