Kadispora Makassar Siapkan Generasi Muda Songsong Bonus Demografi  

Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga Kota (Kadispora) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin (tengah)

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga Kota (Kadispora) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menyatakan dari 1,6 juta penduduk di Makassar, sekitar 3 ratus ribu anak dihuni generasi muda.

“Ini menjadi pondasi menyongsong bonus demografi, kondisi ini terjadi di korea 20 tahun lalu dan mereka berhasil melalui itu,” kata dia saat dialog rutin Wali Kota Makassar di Kafe Iconik, Jalan Amanagappa, Selasa, 13 Agustus 2019.

Ia mewanti-wanti generasi muda saat ini untuk menyiapkan dengan baik dalam menghadapi bonus demografi.

“Kalau tidak persiapkan generasi muda mulai dari sekarang, maka kita hanya kelebihan kuantitas namun kurang kualitas,” kata dia.

Menyoal potensi Kota Makassar ihwal kesiapan Dispora dalam menyiapkan SDM yang unggul, khususnnya bagi Pemuda. Ia mengatakan, saat ini, pemuda sangat peka melihat perkembangan atau tren dunia.

“Di kota makassar konten kreatif sudah berkembang, dan industri kreatif, beberapa karya seperti film itu sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Achmad, dari dari konten youtuber, anak-anak Makassar sudah bagus. Pasalnya menggabungkan budaya makassar dan perkembangan dunia menjadi satu kesatuan dalam menciptakan konten kreatif.

Ia mengatakan, saat ini, pihaknnya fokus membina anak muda dalam bidang ekonomi kreatif. Ia beralasan hal itu menjadi syarat dasar dalam menghadapi bonus demografi di Indonesi.

Sementara, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Makassar, Ryo Cristopher Aviary mengemukakan bahwa, sejauh ini, organisasinya terlibat langsung dengan kepemudaan yang ada di Kota Makassar.

“Semua program yang kami buat tidak lepas dari kepemudaan dan konsultasi dengan Dispora,” ungkapnya.

Dia mengatakan dirinya tak mencanangkan program yang sekadar diskusi. Menurutnya, yang paling penting bahwa pemuda mesti memberi hasil nyata, meski itu kecil.

“Bonus domegrafi, kitalah yang akan terlibat, suka tidak suka, mau tidak mau,” ungkapnya.

Ia menyebut untuk menghadapi bonus demografi, pemuda setidaknya harus memiliki tiga hal, yakni, tenaga, ide, dan modal.

Berita Terkait
Komentar
Terkini