Tragedi September Berdarah, PMII Makassar Ingatkan Polisi Lewat Cara Ini

Aliansi PMII Anti Kekerasan Kota Makassar peringati tewasnya 2 mahasiswa Kendari serta mendapatkan perlakuan represif aparat kepolisian saat demonstrasi (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Makassar – Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Anti Kekerasan Kota Makassar menggelar aksi solidaritas di depan Monumen Mandala, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Kamis 3 Oktober 2019.

Aksi solidaritas ini di mulai sekitar pukul 08.00 Wita hingga pukul 10.00 malam ini, dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti salat gaib, yasinan, pembakaran 1000 lilin dan puisi.

5 kampus yang tergabung dalam aliansi ini yakni, PMII komisariat UIN, PMII Tala’salapang Unismuh, PMII UNM, PMII UIT dan PMII YPUP cabang Makassar

Dari rangkaian kegiatan yang digelarnya, sebagai peringatan ‘September Berdarah’ akibat banyaknya massa demonstrasi mendapatkan perlakuan represif dari aparat kepolisian dan juga 2 mahasiswa Kendari tewas karena tembakan peluru tajam.

“Aksi ini sebagai bentuk mengenang banyaknya korban massa demonstrasi yang mendapatkan perlakuan represif aparat kepolisian, hingga mengakibatkan 2 mahasiswa Kendari tewas tertembak peluru tajam,” ujar Koordinator Lapangan, Boni saat ditemui dilokasi aksi.

Boni juga meminta kepada aparat kepolisian agar secepatnya diusut tuntas pelaku penembak dan oknum kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa saat aksi demonstrasi.

“Kami mengecam aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi, dan kami meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penembak dan yang menabrak mahasiswa Unibos serta Ojol dengan mobil polisi,” tegasnya.

Beberapa tuntutan aksi demonstrasi Aliansi PMII Anti Kekerasan Kota Makassar.

1. Usut tuntas kematian mahasiswa Kendari yang terkena tembakan oleh aparat kepolisian.
2. Menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan penabrakan massa aksi dan juga Ojol menggunakan mobil Barakuda di Kota Makassar.
3. Menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan tindakan pelanggaran HAM massa aksi pada tanggal 24, 26 dan 30 di seluruh Indonesia.
4. Evaluasi kinerjanya aparat kepolisian dalam pengamanan massa aksi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini