Masuk

Tuai Penolakan Warga, Tabligh Akbar UAS di Purworejo Batal Digelar

Komentar

Terkini.id, JakartaTabligh Akbar di Kabupaten Purworejo yang rencananya menghadirkan pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad alias UAS batal digelar lantaran menuai penolakan dari warga.

Adapun kehadiran UAS di acara Tabligh Akbar di Purworejo itu menuai penolakan dari berbagai organisasi masyarakat dan keagamaan.

Keputusan pembatalan tabligh akbar itu diputuskan oleh panitia pelaksana kegiatan tersebut dalam rapat koordinasi (Rakor).

Baca Juga: UAS Ungkap Amalan Terhindar dari Pelet: Dibaca Pagi dan Malam Sebelum Tidur

Rapat itu sendiri diselenggarakan di Aula Kecamatan Kutorajo, Kabupaten Purworejo pada Rabu malam, 13 Juli 2022.

Mengutip Bentengsumbarcom, berdasarkan daftar hadir yang beredar di WhatsApp rapat itu dihadiri langsung panitia tabligh akbar.

Selain itu, juga hadir Kapolres Purworejo, Dandim 0708, Ketua FKUB, Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, Ketua PD Muhammadiyah Purworejo, Ketua Fatwa MUI Purworejo, dan Forkompincam.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Sebut Kasus Pembunuhan Brigadir J Sukses Dibongkar Karena Doa Ibu Brigadir J!

Bertindak sebagai moderator dalam rakor tersebut yakni Ketua FKUB. Selain itu, turut hadir Ketua MUI Kabupaten Purworejo membawakan sambutan.

Camat Kutoarjo, Galuh Bakti Pertiwi mengatakan bahwa panitia Tabligh Akbar secara legowo menyatakan tabligh akbar di Masjid Al Izzar Alun-alun Kutorajo itu batal digelar.

Pihak panitia kegiatan itu, kata Galuh Bakti, juga menyatakan akan segera membubarkan kepanitiaan mereka.

Terkait keputusan panitia tabligh akbar tersebut, Camat Kutoarjo Purworejo itu pun mengapresiasi kelapangan dada dari panita kegiatan yang sedianya akan digelar tanggal 16 Juli malam tersebut dengan menghadirkan UAS.

Baca Juga: Pendakwah UAS: Mungkin karena Rizieq Shihab, Azab Allah Belum Turun

“Camat dan Forkopimcam Kutoarjo, selaku pemangku wilayah mengapresiasi hasil keputusan dialog yang berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Pada prinsipnya forkopimcam mendukung terciptanya kondusivitas wilayah,” ujarnya.