Terkini.id, Makassar – Humas Universitas Hasanuddin (Unhas) Ishak Rahman membenarkan kejadian ihwal perusakan fasilitas yang terjadi pada Kantor BRI, Kantor Bank Mandiri, dan Kantor Koperasi yang berada di belakang Rektorat Unhas.
Ishak menerangkan hal tersebut bermuara pada unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.
“Mereka sebenarnya telah diterima oleh Ibu Rektor untuk berdialog. Namun, ada yang memprovokasi, sehingga mereka dibubarkan oleh aparat keamanan kampus,” kata Ishak saat dikonfirmasi terkini,id, Kamis, 2 Mei 2019.
Di sisi lain, Ketua Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia, Irvan, menerangkan bahwa mahasiswa Unhas yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Unhas melakukan aksi untuk memperingati Hardiknas.
“Adapun titik kumpul berada di pelataran MKU, setelah itu menuju ke rektorat untuk berdialog dengan Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu,” kata Irvan.
- Dorong Profesionalisme Alumni, IKATSI UNHAS Gelar Kunjungan Proyek ke WIKA Beton
- KPTN-KTI Dorong Afirmasi Perguruan Tinggi Kawasan Timur, Unhas Siap Jadi Penggerak
- Unhas Jadi Satu-satunya Perguruan Tinggi Indonesia di Forum Perdamaian Hiroshima
- Andi Amran Sulaiman Apresiasi Prestasi Unhas, Titip Pesan untuk Mahasiswa Baru: Jadilah Manusia Unggul
- APINDO Bakal Gelar Kuliah Umum di Unhas, Bahas Strategi Membangun Entrepreneur Muda di Era Global
Pada aksi tersebut, kata dia, mahasiswa melayangkan beberapa tuntutan.
“Hapuskan aturan jam malam, hapuskan pungli ujian mahasiswa, kekerasan akademik dan intervensi lembaga kemahasiswaan,” ujarnya.
Setelah lama menunggu, para demonstran pun bertemu dengan Rektor Unhas. Mahasiswa meminta kepada Rektor untuk menandatangani tuntutan yang diajukan mahasiswa.
“Mahasiswa sebelumnya telah memberikan waktu selama seminggu untuk menyelesaikan tuntutan yang dilayangkan mahasiswa,” jelas Irvan.
Rektorat Unhas enggan tandatangani tuntutan demonstran
Kendati demikian, pihak rektorat tak menandatangani tuntutan para mahasiswa.
“Biarkan ketua MWA (Majelis Wali Amanat) yang menandatangani,” ujar Irvan menirukan pernyataan pihak Rektorat Unhas.
Namun setelah kembali menunggu, kata Irvan, lagi-lagi Ketua MWA tidak keluar. Untuk Itu, mahasiswa mendesak untuk masuk ke Rektorat akan tetapi dihalangi oleh aparat keamanan.
“Maka terjadilah,” tutupnya.
Diketahui, dari hasil kejadian tersebut banyak mahasiswa yang terluka dan ditangkap oleh pihak keamanan kampus.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
