Tutupnya Gerai Giant

GIANT itu dimiliki oleh Group Hero. Hero sendiri didirikan oleh MS Kurnia pada 23 Agustus 1971, namanya Hero Mini Supermarket yang bertempat di Jalan Falatehan Nomor 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kurnia paham betul ketika itu yang mau belanja dengan bisnis model seperti Hero hanya konsumen kelas menengah atas. Makanya lokasinya di tengah perumahan mewah. Kemudian berkembang pesat. Pada 21 Agustus 1989, Hero listing di BEJ, dengan Code HERO.

Namun dalam perjalannya saham keluarga Kurnia atas PT Hero Pusaka Sejati (HPS) semakin tergerus dengan masuknya Jardine Matheson Group, melalui anak perusahaannya Dairy Farm lewat Mulgrave Corporation B.V sebagai pemegang saham mayoritas. Cara pengambil alihan saham keluarga Kurnia ( PT Hero Pusaka Sejati (HPS)melalui pemberian hutang dengan jaminan saham itu sendiri atau convertible bond tahun 1998. Namun gagal bayar.

Sehingga tahun 2010 terpaksa dilepas sahamnya. Kini tahun 2018 saham kelurga Kurnia di HERO hanya tinggal 2,68%, selebihnya Mulgrave sebesar 63,59%, Dairy Farm 20,88%, dan publik 12,85%.

Asetnya per September 2018 sudah mencapai Rp 7,84 triliun dengan ekuitas Rp 5,28 triliun, lebih besar ketimbang aset kompetitor, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Rp 5,44 triliun

Sebagaimana diketahui Dairy Farm memiliki gurita bisnis supermarket di antaranya Wellcome (Hong Kong/HK, Filipina, Taiwan), Yonghui (China), Cold Storage (Malaysia, Singapura), Market Place (HK, Malaysia, Singapura, Taiwan), Lucky (Kamboja), serta Mercato (Malaysia).Untuk bisnis convenience store ada 7-Eleven (China, HK, Makau, Singapura), Guardian (Kamboja, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam), IKEA (HK, Indonesia, Taiwan), dan restoran Maxim’s Group di Hong Kong.

Mengapa sampai outlet giant sampai ditutup di beberapa tempat ? karena memang konsumsi makanan trend nya dari tahun ketahun terus menurun. Sejak 2015, pertumbuhan sektor ini yang sempat double digit 15%, namun kini terus melandai di sekitar 7%.

Mengapa bisnis makanan turun? karena harga yang semakin bersaing membuat laba menurun, trend kelas menengah belanja berlebihan sudah menurun.

Kelas menengah atas lebih banyak makan di luar, apalagi dengan adanya Go Food online, yang semakin praktis daripada masak sendiri atau belanja online daripada datang ke gerai. Sementara kelas menengah bawah, konsumen sudah kejaring oleh Alpha dan Indomaret.

Jadi penutupan outlet retail bukanlah sebuah bencana tetapi itu bagian dari proses perubahan zaman, yang semua pengusaha sadar akan itu. Itu sebabnya di sekolah bisnis diajarkan tentang bisnis portfolio agar bisa meminimize resiko dan cepat melakukan perubahan bila terjadi penurunan terhadap salah satu portfolio.

Seperti halnya HERO, walau bisnis makanan turun namun bisnis lain non makanan lewat Guardian dan IKEA tumbuh 24%. That is only business.

Erizeli Jely Bandaro

Berita Terkait
Komentar
Terkini