Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung menilai sepanjang tahun 2020 adalah masa di mana Indonesia mengalami kondisi kelam pada semua hal, terutama terkait demokrasi.
Apalagi, kata Rocky Gerung, masih lekat dalam benak publik terkait tewasnya enam orang laskar FPI yang masuk dalam renungan di akhir tahun 2020.
Menurutnya, tak hanya peristiwa tewasnya enam orang anggota FPI yang harus dikawal hingga tahun 2021 melainkan juga persoalan korupsi dana bansos juga masih membutuhkan perhatian masyarakat.
Hal itu disampaikan Rocky lewat unggahan videonya dikanal Youtube Rocky Gerung Official seperti dilihat pada Senin 28 Desember 2020.
Mengutip Suara.com, Rocky dalam videonya itu juga mengungkapkan adanya kecemasan Menko Polhukam Mahfud MD terhadap Ukhuwah Youtubiyah.
- Klinik Biota Medical & Aesthetic Makassar Hadirkan Volnewmer dan Ultraformer MPT, Teknologi Perawatan Wajah Nomor 1 di Korea
- APINDO Bakal Gelar Kuliah Umum di Unhas, Bahas Strategi Membangun Entrepreneur Muda di Era Global
- Wakil Bupati Gowa Buka Gowata Road Race Championship, Hidupkan Kembali Semangat Otomotif Setelah 20 Tahun Vakum
- Doublehelix Indonesia Peringati Usia ke-17 dengan Evaluasi Kinerja dan Malam Apresiasi Karyawan
- 5 Dokumen Wajib agar Pinjaman Online Cepat Cair Tanpa Ditolak
Kecemasan itu, kata Rocky, timbul lantaran Ukhuwah Youtubiyah akan terus mengingatkan pemerintah terkait peristiwa-peristiwa tersebut.
“Karena ada Ukhuwah Youtubiyah yang terus mengingatkan akan hal-hal itu. Saya kira itu yang dicemaskan oleh Pak Mahfud, karenanya akan ada cyber war untuk memberantas Ukhuwah Youtubiyah,” jelasnya.
Rocky sendiri mengaku bahwa dirinya akan terus menegur pemerintah agar bisa berpikir ulang. Ia menegaskan, tahun 2021 akan diisi dengan ingatan yang tidak mungkin pupus mengenai enam laskar FPI yang tewas tertembak.
Selain itu, Rocky juga menyebut kondisi Indonesia sejak pemilu pada 2019 akhir hingga sepanjang tahun 2020 adalah lorong gelap.
Hal itu, kata Rocky Gerung, lantaran Adanya kasus-kasus sepanjang pemilu 2019 yang belum bisa dimaafkan oleh batin.
“Batin rakyat itu sebenarnya digores oleh kekuasaan dan digores oleh tokoh-tokoh politik yang pernah membuat janji,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
