Masuk

Ulang Aksi Matikan Mikrofon Saat Rapat DPR, Puan Maharani : Waktunya Salat Zuhur, Pak!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani, kembali menjadi kontroversi akibat diduga mematikan mikrofon saat Rapat Paripurna Masa Sidang 2022 – 2023 pada Selasa, 24 Mei 2022, dengan waktu Zuhur sebagai penyebabnya.

Sebelumnya, dikutip dari Liputan6.com, Puan Maharani terbukti melakukan tindakan serupa tatkala sedang membahas RUU Cipta Kerja pada 2021 silam.

Sedangkan pada rapat kali ini, anggota DPR Komisi VI dari fraksi PKS, Amin AK, yang mengalami insiden mikrofon mati tersebut tatkala menyerukan interupsinya. 

Baca Juga: Iskan Qolba Lubis Dilaporkan ke MKD, Tifatul Sembiring: Hak Anggota Dewan!

Amin menyuarakan tentang kasus LGBT yang tengah menjadi perbincangan panas di masyarakat karena bertentangan dengan Pancasila.

Dirinya bahkan menyebut bahwa praktik LGBT kian terbuka, dengan menjadikan podcast Deddy Corbuzier bersama Ragil Mahardika sebagai contoh.

Mikrofon Mati dan Rapat Paripurna Ditutup

Baca Juga: Soroti Sufmi Dasco, Tifatul Sembiring: Gitu Mau Koalisi?

Kronologi sebenarnya, Puan Maharani sudah akan menutup rapat selaku ketika Amin AK menginterupsi.

“Kita sudah melaksanakan rapat paripurna hari ini selama alhamdulillah 3 jam, karenanya kita akan segera menutup rapat paripurna hari ini. Karena sudah melewati 30 menit jadwal yang ditentukan pada masa pandemi COVID-19 dan sudah masuk dalam waktu salat Zuhur. Yang terhormat anggota dewan, hadirin yang kami muliakan, dengan demikian,” ujar politikus PDIP tersebut.

Ketika itulah, Amin AK mengajukan interupsi dan diberikan satu menit oleh Puan, meski ia kemudian meminta tambahan waktu empat menit.

Ketika masih menyampaikan pendapat, mikrofon miliknya mendadak mati disusul Puan Maharani yang bangkit dan langsung menutup rapat.

Baca Juga: Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!

Hal inilah yang memicu kabar bahwa Puan sengaja mematikan mikrofon sebagaimana tindakan yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Namun, sanggahan dikeluarkan oleh Sekjen DPR RI, Indra Iskandar.

“Jadi setelah dipencet, mik akan menyala, untuk kemudian akan mati secara otomatis setelah lima menit.”

Bukan omong kosong belaka, rupanya perihal mikrofon yang otomatis mati juga diatur dalam Tata Tertib (Tatib) anggota DPR. 

Mic itu diatur berdasarkan Tatib ini pasal 256 ayat 6, lima menit otomatis mati. Jadi itu memang batasnya itu ada di dalam Tatib,” pungkasnya. 

Melalui klarifikasi yang diberikan, Indra Iskandar berharap masyarakat berhenti menuding Puan Maharani sebagai sosok arogan yang mencoba membungkam aspirasi anggota DPR.