Umrah di Masa Pandemi Covid-19, Ini Saran dan Tips dari AMPHURI

Umrah di Masa Pandemi Covid-19, Ini Saran dan Tips dari AMPHURI

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan angka jemaah haji dan umrah yang tinggi. 

Oleh karena itu, informasi pembukaan kembali aktivitas umrah dan haji setelah sebelumnya ditutup karena pandemi covid-19, membuat banyak warga Sulsel menunggu.

Para pelaku travel umrah yang masuk dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI) Sulampua, mencatat, setidaknya ada sekitar 3.000 jemaah di Sulsel yang tertunda berangkat karena pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama kurang lebih 7 bulan.

Ketua AMPHURI H Ardiansyah Arsyad Lc, mengungkapkan informasi terkait pembukaan kembali aktivitas umrah membuat pengelola travel sering mendapat telepon dari warga Sulsel yang menjadi calon jemaah tersebut.

Dia menyebutkan, Pemerintah Arab Saudi memang menyampaikan akan membuka aktivitas umrah untuk sejumlah negara termasuk Indonesia mulai November 2020 mendatang.

Baca Juga

“Adapun terkait pembukaan umrah bulan November ini, kita masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, terkait aturan-aturan dan protokol kesehatannya. Itu pun kalau jadi dibuka,” terang H Ardiansyah Arsyad Lc saat berbincang dengan wartawan, Senin 5 Oktober 2020.

Ardiansyah mengungkapkan, jika para calon jemaah lebih sabar, pihaknya sebenarnya lebih menyarankan untuk menunda dahulu sampai situasi benar-benar aman dan vaksin covid-19 sudah tersedia.

Namun jika jemaah tetap bersikeras untuk mau berangkat umrah yang rencananya pada bulan November mendatang, maka jemaah harus siap menghadapi dua risiko, yakni risiko kesehatan dan kenaikan harga.

Protokol Kesehatan Umrah ‘New Normal’

Sekretaris DPD Amphuri Sulampua, A Candrawali M SH menyampaikan, akan ada sejumlah aturan yang kemungkinan akan berlaku jika jemaah berangkat umrah di masa pandemi.

“Kemungkinan besar akan ada kewajiban swab tes sebelum berangkat,” terang dia.

Selain itu, tentunya adalah mematuhi protokol kesehatan yang ditekankan pemerintah, yakni memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

“Selain itu, kemungkinan jumlah penumpang pesawat akan dikurangi. Kalau misalnya sebelumnya penumpang pesawat sebanyak 442 orang, akan dikurangi menjadi setengah,” katanya.

Kemudian, jumlah jemaah yang menginap di hotel, jika sebelumnya maksimal 4 orang per kamar kini menjadi 2 orang per kamar.

“Kondisi-kondisi itu membuat tarif biaya perjalanan umrah akan meningkat,” katanya.

Terkait besaran harga umrah terbaru, dia mengilustrasikan. Dengan adanya kewajiban swab saja, berarti ada tambahan biaya Rp 1,3 juta. “Kemudian, tarif pesawat bisa naik dua kali lipat karena ibaratnya kita beli dua kursi,” katanya.

Chandrawali mengaku tidak bisa menyampaikan harga yang tetap karena itu bisa memicu spekulasi.

“Pastinya, jemaah yang akan berangkat diingatkan untuk tidak melakukan transaksi atau membayar DP langsung ke travel. Jika ada yang mendaftar untuk umrah di masa pandemi ini, kita arahkan untuk menyetor uangnya ke bank yang kerja sama dengan AMPHURI,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.