Umrah Mulai Dibuka? Arab Saudi Dikabarkan Buka Penerbangan untuk 25 Negara Termasuk RI

Terkini.id, Jakarta – Sebuah rumor beredar menyebutkan bahwa Arab Saudi membuka penerbangan untuk 25 negara, termasuk Indonesia. 

Dalam beberapa postingan yang beredar, maskapai Arab Saudi yakni Saudi Arabian Airlines atau Saudia telah menerbitkan pedoman dan ketentuan bagi penumpang yang memasuki Arab Saudi dan yang berkunjung ke 25 negara tersebut, termasuk Indonesia.

Disebutkan, salah satu pedoman yang ditentukan yaitu semua maskapai harus mendistribusikan formulir disclaimer kepada semua penumpang yang datang ke Arab Saudi.

Formulir itu harus didistribusikan kepada seluruh penumpang di dalam pesawat sebelum mendarat di Arab Saudi.

“Semua penumpang harus menyerahkan formulir bertanda tangan itu ke Pusat Pengendalian Kesehatan saat kedatangan,” jelas pernyataan tersebut. Salah satunya dibagikan akun Life In Saudi Arabia.

Menarik untuk Anda:

Disebutkan juga lima syarat atau kondisi penumpang yang diperbolehkan terbang ke Arab Saudi. Pertama, penumpang tak boleh memiliki gejala pernapasan atau hati atau gejala Covid-19.

Syarat kedua, penumpang harus melakukan tujuh hari karantina mandiri di rumah setelah tiba di Arab Saudi atau tiga hari bagi petugas medis dengan hasil PCR negatif.

Penumpang juga diwajibkan memasukkan alamat rumah mereka lewat aplikasi yang disediakan pemerintah dalam delapan jam sejak kedatangan dan tak diperbolehkan keluar rumah selama tujuh hari kecuali untuk pemeriksaan kesehatan.

Syarat keempat, warga juga diwajibkan login ke aplikasi tersebut setiap hari dan melakukan assessment kesehatan. Kelima, penumpang harus menyetujui jika melanggar pedoman dan kondisi yang tertera dalam formulir disclaimer, otoritas kesehatan akan mengenai denda 500.000 riyal atau dua tahun penjara.

Sebanyak 25 negara lainnya yang diizinkan membuka penerbangan kembali ke Arab Saudi yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Oman, Bahrain, Mesir, Lebanon, Maroko, Tunisia, China, Inggris, Italia, Jerman, Prancis, Austria, Turki, Yunani, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Afrika Selatan, Sudan, Etiopia, Kenya, Indonesia dan Nigeria.

Klarifikasi Saudi Airlines

Postingan yang beredar itu dipastikan cuma rumor. Saudi Airlines mengumumkan bahwa penerbangan Internasional dari dan keluar negara itu masih ditutup.

Saudi Airlines menegaskan, penerbangan internasional saat ini masih ditutup, kecuali penerbangan satu arah untuk “pulang” ke Arab Saudi atau ke negara lain.

“Penerbangan ‘satu arah’ dari Arab Saudi ke berbagai negara di dunia saat ini masih tetap beroperasi. Penerbangan itu diperuntukkan kepada warga pemegang visa Arab Saudi yang pulang ke negara asalnya. Ini biasanya dilakukan melalui layanan Awdah,” terang keterangan Saudi Airlines dikutip dari Life In Saudi Arabia.net.

Seperti diketahui, Arab Saudi sebelumnya mengambil langkah yang belum pernah dilakukan, yakni menutup semua akses masuk dan keluar untuk semua orang sejak awal Maret.

Langkah tersebut, yang telah diikuti negara lain di seluruh dunia, menyebabkan puluhan orang tertahan tidak bisa masuk dan keluar kerajaan.

Kini, mereka yang ingin meninggalkan Arab Saudi harus mengajukan aplikasi lewat melalui layanan online yang disebut Awdah, yang berarti “kembali”.

“Aplikasi itu bisa ditemukan dalam program online “Abshar”, kata Kementerian Dalam Negeri pada Rabu malam.

Permohonan keluar atau masuk itu akan ditinjau oleh otoritas terkait.

Penduduk dengan visa yang valid harus mengunggah data pribadi mereka, termasuk lokasi mereka untuk membantu pihak berwenang menghubungi mereka.

Mereka akan dikirimi rincian penerbangan ketika sudah diatur, kata kementerian.

Penerbangan akan berangkat dari bandara di ibu kota Riyadh, Jeddah, Madinah, dan Dammam.

Kementerian mengatakan akan memungkinkan orang yang ingin meninggalkan negara dan yang tinggal di kota lain untuk melakukan perjalanan ke bandara yang ditentukan.

Sejauh ini, lockdown telah menghentikan masyarakat yang bepergian antar kota.

Arab Saudi melarang perjalanan untuk warganya dan warganya di tengah kekhawatiran virus corona.

Itu juga menangguhkan masuknya orang dari negara-negara dengan jumlah infeksi tinggi atau siapa pun yang telah ke sana sejak awal Maret.

Kerajaan memiliki 12.772 kasus terinfeksi dan 114 kematian.

Lebih dari 172 orang telah pulih dalam 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah pemulihan menjadi 1.812, kata kementerian kesehatan.

Otoritas Saudi telah melaporkan peningkatan kasus harian lebih dari 1.000 sejak Jumat, meskipun mengeluarkan pedoman ketat untuk mengendalikan penyebaran infeksi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Viral Guru Minta Siswa Jangan Pilih Ketua OSIS Non Muslim

Beredar Postingan Foto Sebut Jokowi Sanggup Jadi Dokter, Ini Faktanya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar