Unhas dan SRIUT Uzbekistan Kolaborasi Kembangkan Pariwisata

Terkini.id, Makassar – Universitas Hasanuddin memiliki tanggung jawab untuk terus menguatkan peran pemerintah dan negara dalam mencapai tujuan dan program nasional. Status badan hukum bukanlah sesuatu yang datang seketika, namun telah ada sejumlah prestasi dan capaian yang memastikan bahwa Unhas memiliki daya saing yang memadai dibandingkan perguruan tinggi lain.

Tuntutan perkembangan teknologi dengan mengarahkan pada penyesuaian era industri 4.0 disadari secara penuh akan memberikan konsekuensi atas keberadaan dan kebermanfaatan Unhas di tatanan global maupun di Indonesia. Eksistensi itu menuntut tanggung jawab yang tidak ringan sehingga membutuhkan berbagai upaya dan tentunya strategi yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarkat dan lingkungannya.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D menjelaskan bahwa dalam kaitannya visi kepariwisataan, Indonesia saat ini sedang memberi perhatian terhadap perkembangan sektor ini, yang merupakan respon dari dinamika global. Menurut United World Tourism Organization (UNWTO) pertumbuhan pariwisata dunia mencapai hampir dua digit. Maka Unhas ingin mengambil bagian dalam sektor ini.

“Unhas mencoba membangun kerjasama secara spesifik untuk keilmuan ini dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. Mendorong target tertentu menjadi pondasi menggandeng institusi pendidikan tinggi yang secara spesifik mengembangkan keilmuan tersebut di Uzbekistan. Pilihan itu jatuh pada Silk Road International University of Tourism (SRIUT) Uzbekistan,” kata Suharman.

Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu dengan didampingi beberapa pimpinan fakultas, dan Prof. Idrus Paturusi (Rektor Unhas 2006-2014) berkunjung ke Silk Road International University of Tourism (SRIUT), Uzbekistan. Kunjungan yang dilakukan pada Sabtu, 16 November 2019 itu disambut oleh pihak SRIUT di kampus utama di kota Samarkand.

SRIUT adalah universitas yang fokus pada pengembangan keilmuan pariwisata di Uzbekistan. Institut yang terletak di kota Samarkand tersebut didirikan atas perintah langsung Presiden Uzbekistan Sh. Mirziyoyev. Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan secara produktif ketersediaan sumber daya alam, budaya dan heritage bersejarah yang dimiliki oleh negara ini.

Dengan harapan bahwa adaptasi ide inovasi dan teknologi, menarik investasi aktif, melayani pertumbuhan ekonomi yang baik serta tentunya manajemen dan aspek legal akan berdampak pada pengembangan pariwisata di Uzbekistan.

Semua harapan itu tentu saja akan bergantung pada sumber daya manusia dengan kualifikasi mumpuni yang akan bersaing pada industri pasar pariwisata global khususnya pada Great Silk Road. Uzbekistan berkeinginan menjadi pusat pariwisata di sepanjang area jalur sutra baru. Itulah alasan utama kenapa diberikan tambahan nama ‘silk road’ di depan nama universitas ini.

SRIUT (yang dalam bahasa Uzbekistan disebut dengan: “Ipak Yo‘li” Turizm Xalqaro Universiteti) adalah universitas negeri yang baru saja didirikan pada 28 Juni 2018. Universitas ini menjadi lembaga vokasi pariwisata dengan menyasar pekerjaan alumninya pada hotel, restoran dan aktifitas travel di seluruh dunia.

Secara spesifik mengembangkan disiplin ilmu: pilgrim tourism, ecotourism, digital tourism, guide and translation activities; tourism management, international relations in the field of tourism, international legal relations in the field of tourism, business and legal relations in the field of tourism, organization and management of the hotel industry, and tourism marketing.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Unhas dan SRIUT berlangsung di Kampus Pusat SRIUT di Kota Samarkand. Acara diawali dengan pengenalan singkat masing-masing universitas. Selanjutnya, Rektor Unhas dan Vice Rektor SRIUT Prof. Dr. Bahodir Turaev menandatangani nota kesepahaman. Pada kesempatan itu pula dilakukan diskusi tentang detail rencana kerjasama tersebut.

Rektor Unhas menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang hangat oleh pihak SRIUT. Unhas punya pengalaman vokasional khususnya di bidang pariwisata sehingga akan lebih mudah dalam mengembangkan kerjasama ini termasuk didalamnya juga bahasa dan budaya.

“Kita akan mengembangkan pendidikan dan kegiatan akademik dalam bidang kepariwisataan. Secara khusus akan dilakukan pendidikan bersama (double degree, single degree, non-degree training kelas internasional), penelitian bersama, publikasi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa serta tenaga kependidikan, konferensi dan kegiatan pariwisata, budaya dan bahasa, serta kegiatan akademik lainya,” jelas Prof. Dwia.

Terkait kesepahaman antara Unhas dan SRIUT, Prof. Dr. Bahodir Turaev menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan pemerintah Indonesia melalui Unhas dengan memilih SRIUT sebagai mitra universitas di Indonesia. Pihaknya akan segera merencanakan tindak lanjut kerjasama ini dan berharap dapat berkunjung ke Unhas dalam waktu dekat dengan melakukan kegiatan bekaitan dengan pariwisata, bahasa dan budaya bersama

Berita Terkait