Terkini, Bulukumba — Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka peluang memperluas kehadiran akademiknya di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, melalui rencana pengembangan multicampus dan pendidikan pascasarjana berbasis riset.
Rencana tersebut mengemuka dalam Pameran/Expo Program Pengabdian kepada Masyarakat Unhas (PPMU) yang digelar di Lantai 4 Gedung Pinisi Unhas, Senin (31/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Unhas memamerkan berbagai hasil riset, inovasi, dan program pengabdian yang telah dilaksanakan bersama masyarakat Bulukumba.
Dari 103 judul program pengabdian Unhas, sebanyak 50 judul di antaranya dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba dengan total pendanaan mencapai Rp945 juta.
Berbagai inovasi yang dipamerkan meliputi Gula Cube Aren, Gula Semut Aren, Pestodin BeVeER, Kompos BER-EN, Kelor Jahe Drink, BonJabal, Procuria Cookies, KaReBa Ta, Bakso U-Fish, mesin pencacah pakan ternak, Bio Tablet Pupuk Organik, hingga Pupuk Organik Cair.
- MABA Polbangtan Kementan Tegas Tolak Narkoba, Judi Online, dan Kekerasan di Area Kampus
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Pasokan Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin
- Pelindo dan BNN Sulsel Perkuat Edukasi Anti Narkoba di SMA Negeri 1 Makassar
- Honda Supra Fit 2003 Temani Guru Menembus Pelosok Sulbar, Tak Pernah Mau Dijual
- PSM Makassar Luncurkan Jersey Musim 2026/2027, Asmo Sulsel Turut Meriahkan PSM Fest
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya Unhas memperkuat konsep kampus berdampak dengan mengarahkan kepakaran dan hasil riset perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ini adalah pilot project bagaimana fungsi daerah berdasarkan potensi masing-masing. Potensi kita besar dan banyak, sehingga banyak jalan untuk hilirisasi,” ujar Jamaluddin.
Unhas Rancang Multicampus di Bulukumba
Jamaluddin mengungkapkan, Unhas memiliki rencana untuk mengembangkan kehadiran kampus di Bulukumba melalui konsep multicampus. Pengembangan tersebut akan diarahkan sesuai potensi dan kebutuhan daerah.
“Saya bayangkan Bulukumba bisa makin keren nantinya kalau ada kampus Unhas di Bulukumba,” katanya.
Menurut Jamaluddin, rencana tersebut sejalan dengan dorongan agar perguruan tinggi tidak hanya beraktivitas di lingkungan kampus, tetapi turut memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Ia menyebut Unhas kini berupaya meninggalkan paradigma perguruan tinggi sebagai “menara gading” dan memperluas manfaat akademik hingga ke masyarakat.
“Sekarang Unhas sudah berbeda. Unhas berani keluar dari zona nyaman. Kalau dulu kelihatan seperti menara gading dan tidak terlalu kelihatan dampaknya, kalau sekarang ibarat menara air yang terus mengalir memberi kehidupan di sekelilingnya,” ujarnya.
Bulukumba, kata Jamaluddin, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui dukungan riset dan teknologi, khususnya sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan tambak.
“Bulukumba begitu banyak potensi, mulai Pinisinya yang kita tahu bersama melegenda di seluruh dunia. Bulukumba potensi kelautan luar biasa, tapi kita sadar tadi sekitar 5.000 hektare tambak belum optimal dan boleh dikata tidur semua. Potensi lain seperti agriculture belum kita sentuh secara maksimal,” katanya.
Ia menilai pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan teknologi agar dapat menghasilkan nilai tambah dan mendorong tumbuhnya industri berbasis sumber daya lokal.
“Tidak ada industri tanpa teknologi. Saya bayangkan kalau di tempat itu ada laboratorium agroindustri,” tuturnya.
Selain multicampus, Unhas juga membuka peluang pengembangan pendidikan pascasarjana berbasis riset di Bulukumba. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat tanpa harus selalu menuju Makassar.
50 Program Pengabdian Unhas
Rencana pengembangan kampus di Bulukumba tidak terlepas dari pengalaman Unhas menjalankan berbagai program pengabdian di daerah tersebut.
Sebanyak 50 dari 103 program pengabdian Unhas dilaksanakan di Bulukumba. Program itu mencakup sejumlah sektor, mulai pertanian, perikanan, kelautan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Unhas juga berencana memperkuat program desa binaan dengan memetakan desa-desa yang menjadi lokasi kerja sama untuk mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
Berbagai program studi akan dilibatkan dalam pengembangan desa binaan tersebut. Dukungan pendanaan pengabdian juga direncanakan meningkat hingga Rp25 juta per program studi, dengan target menjangkau sekitar 200 desa setiap tahun.
Jamaluddin menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah agar program pengabdian tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
“Kita harapkan pemerintah mendukung. Ini akan kita bina bersama Unhas, bukan hanya untuk momen ini, tetapi terus berlanjut,” ujarnya.
Andi Utta Siap Fasilitasi Lahan
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta, menyambut baik rencana perluasan kehadiran Unhas di Bulukumba.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengembangkan potensi daerah melalui ilmu pengetahuan, riset, teknologi, dan inovasi.
“Kami mengapresiasi peran Unhas yang memberikan kajian-kajian untuk pengembangan berbagai sektor,” ujar Andi Utta.
Ia mengatakan Bulukumba memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, industri pengolahan, pendidikan, kesehatan hingga ekonomi kreatif.
Karena itu, kerja sama dengan Unhas diharapkan dapat menghasilkan program yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi mampu diterapkan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bulukumba tentu menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap komitmen Unhas untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat Bulukumba. Kita memiliki banyak potensi yang membutuhkan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi, riset dan inovasi,” katanya.
Terkait rencana kehadiran kampus Unhas, Andi Utta menyatakan Pemkab Bulukumba siap memberikan dukungan, termasuk membantu menyiapkan lahan.
“Kami siap berkolaborasi. Kalau Unhas berkomitmen untuk hadir di Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga akan memberikan dukungan, termasuk dalam hal penyiapan lahan dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya,” tegasnya.
Andi Utta berharap kehadiran Unhas nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga berkembang sebagai pusat riset, inovasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal.
Pameran PPMU Unhas menjadi salah satu momentum untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Berbagai hasil pengabdian yang dipamerkan menunjukkan peluang hilirisasi riset perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.
Dengan penguatan kerja sama tersebut, Unhas dan Pemkab Bulukumba diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang semakin dekat dengan kebutuhan daerah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
