Dalam situasi pandemi virus corona (COVID-19) yang belum berakhir ini, tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah Covid-19. Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di masa pandemi ini.
Menindaklanjuti hal tersebut, Mentan Syahrul Yasin Limpo, di ruang rapat Agriculture War Room (AWR) Kementan menyapa seluruh petani di kabupaten dalam rangka video conference Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak seluruh Indonesia.
Lebih lanjut Mentan, mengatakan Covid-19 ini adalah tantangan yang nyata yang berdampak sudah tersentuh langsung ke masyarakat. Oleh Karena itu solusi dari Covid-19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persiapan pangan adalah solusi Covid-19, oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin.
Oleh karena itu Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut dengan 2 langkah yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik.
Pupuk sebagai salah satu sarana produksi pertanian yang penting dalam meningkatkan hasil tanaman. Dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah maka dianjurkan penambahan bahan organik pada tanah dengan cara pemupukan menggunakan pupuk organik yang dapat mengikat unsur hara yang mudah hilang dapat terjadi melalui pencucian (leaching) akibat terbawa run off (aliran permukaan), perkolasi dan menguap di udara.
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
Untuk mendukung petunjuk dan arahan Menteri Pertanian, petani Desa Pakatto, Kec. Bontomarannu terus bekerja untuk menggenjot pertanaman jagung. Tidak terkecuali Abd Rahman, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa jurusan peternakan yang ikut mendukung kegiatan petani di lapangan sebagai tugas tambahan dalam menjalankan kegiatan “learning from home”.
Kegiatan hari ini adalah kegiatan pemupukan pada tanaman jagung Hibrida Super Bisi-18 bersama dengan Ibu Nurbaya, salah satu petani jagung yang merupakan anggota Poktan Nirannuang. Ini kami lakukan dengan melarutkan pupuk karena pada kondisi daerah ini di Desa Nirannuang dalam melakukan usaha budidaya khusus budidaya tanaman jagung hanya mengandalkan adanya hujan, pemupukan tidak akan maksimal jika tidak melakukan pelarutan kemudian diaplikasi kepada tanaman, ujar Rahman. Kamis (28/05).
Rahman menambahkan, Kebutuhan jagung untuk pangan, industri dan pakan terus meningkat seiring dengan peningkatan penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan perawatan serta memenuhi kebutuhan nutrisi dari tanaman jagung untuk peningkatan produktivitas. Maka dari itu, Polbangtan Gowa hadir dan turut andil dengan kegiatan pendampingan mahasiswa selama masa darurat pandemi covid 19. Pendampingan mahasiswa ini merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar praktis pada kelompok tani yang diharapkan menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa serta meningkatkan produktivitas tanaman jagung.
Kami melakukan pendampingan bersama petani, salah satunya dengan membantu petani dalam pemupukan jagung hibrida dengan varietas benih “Super Hibrida BISI-18”. Pemupukan pertama dilakukan pada saat 7 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha; SP36 150Kg/Ha; KCL 100Kg/Ha. Selanjutnya pemupukan kedua pada saat usia jagung 21 hari setelah tanam, dengan komposisi Urea 200Kg/Ha. Dan pemupukan ketiga setelah jagung berusia 30-40 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha,” jells Rahman.
Selain melakukan pemupukan, Rahman juga berbagi ilmu dan trik tentang bagaimana meningkatkan nilai jual produk jagung tersebut. Rahman memperlihatkan beberapa dokumentasi terkait dengan pengolahan jagung kepada petani jagung, yah harapan kami agar para petani tidak langsung menjual hasil produk mereka, kami selalu menyarankan agar diolah dulu sehingga meningkatkan nilai materi.
Untuk itu kami akan terus bersama petani diwilayah ini, kami ditugaskan untuk bersinergi dengan petani dalam hal pendampingan, kami juga ingin melihat petani itu sukses dalam beragribisnis.
Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan pertanian berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.
Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global Covid-19.
“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
