Update Corona di Sulsel: 50 Pasien ODP, 21 Orang PDP

RS Andi Makkasau
Petugas medis pasien Corona di Sulsel. (Foto: Ist)

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan mengumumkan informasi terbaru soal wabah virus corona atau COVID-19 di wilayah Sulsel.

Dilansir dari laman resmi Pemprov Sulsel terkait Corona, covid19.sulselprov.go.id, pada Jumat malam, 20 Maret 2020, pukul 21.50 Wita, diketahui bahwa jumlah warga Sulsel yang ODP saat ini sebanyak 50 orang.

Sementara, pasien PDP corona di wilayah Provinsi Sulsel tercatat 21 orang.

Sekedar diketahui, kategori ODP atau Orang Dalam Pemantauan yakni orang dengan gejala demam (>38c) atau ada riwayat demam atau ISPA TANPA Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Sedangkan PDP atau Pasien Dalam Pengawasan yakni orang yang mengalami gejala demam (>38c) atau riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang terkonfirmasi pasitif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Menarik untuk Anda:

Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah mengumumkan adanya dua warga Sulsel positif terinfeksi virus corona atau COVID-19.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan kedua pasien tersebut merupakan kasus 285 dan 286. Keduanya berasal dari Kota Makassar.

“Kedua pasien ini dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo dan berasal dari Kota Makassar,” kata Nurdin saat konferensi pers di Rujab Gubernur Sulsel pada Kamis, 19 Maret 2020, kemarin.

Dari kedua pasien tersebut, satu di antaranya meninggal dunia yakni pasien kasus 285. Pasien ini, kata Nurdin, baru pulang dari Umrah.

Sementara, satu pasien lainnya yakni kasus 286 dalam kondisi membaik. Ia sebelumnya masuk ke rumah sakit dalam kondisi demam dan batuk.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Ini Titik Aksi Demonstrasi Hari Ini di Makassar

Pandemi Covid-19, Begini Cara Semen Tonasa Sambut HUT ke-52 Tahun

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar