Usir Polmark, Tim Pemenangan Appi-Rahman: Kita Sudah Siapkan Pengganti

Pasangan Pilwali Makassar Appi-Rahman. (Istimewa)

Terkini.id, Makassar – Tim Pemenangan Appi-Rahman mengusir lembaga survei Polmark dari Makassar lantaran mengingkari hasil surveinya terkait Pilwali Makassar.

Direktur Polmark Eep Safulloh Patah bahkan telah dipecat sebagai konsultan politik Appi-Rahman, sementara timnya yang sedang bekerja diusir dari Makassar oleh Tim Pemenangan, sejak Senin 14 September 2020.

Usai pengusiran tersebut, Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa, menegaskan bahwa seluruh tim yang ada sekarang sama sekali tak terpengaruh dengan opini-opini yang disebarkan Polmark terkait dengan kerja-kerja survei dan konsultasi politiknya.

“Ngga, Insyaallah kita on the right track tim ngga kendor,” kata Erwin Aksa, Selasa, 15 September 2020 seperti dikutip dari tribunnewscom.

Setelah memutuskan kontrak Polmark sebagai lembaga survei di tim Appi-Rahman, Erwin mengaku telah menyiapkan pengganti lembaga tersebut.

Menarik untuk Anda:

Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan nama lembaga survei yang sudah disiapkan oleh pihaknya sebagai pengganti Polmark.

“Kita sudah siapkan Insyaallah minggu ini sudah aktif, Eep blum kerja apa-apa,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar luas sebuah poster hasil survei Polmark besutan Eep, yang menempatkan pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) di posisi unggul dibandingkan tiga pasangan calon lainnya.

“Mengecewakan. Pak Erwin Aksa selaku Ketua Tim Pemenangan kecewa sekali dengan sikap Eep. Eep mengingkari hasil survei Polmark. Kultur orang Bugis-Makassar, dalam keadaan dan situasi apapun, tidak akan pernah mengingkari bayi yang dilahirkannya,” kata Juru Bicara Appi-Rahman, Fadli Noor.

Fadli mengatakan, poster yang beredar massif dan menjadi perbincangan luas di masyarakat, kalaupun dibantah bukan pihak Eep atau Polmark yang membuat dan mengedarkan, tetapi substansi hasil survei Polmark sama dengan yang tercantum pada poster tersebut.

“Tidak ada kebohongan dan pembohongan di dalamnya,” tegasnya.

Fadli menambahkan, Tim Appi memiliki semua dokumen kontrak tentang pengikatan kerjasama antara Tim Pemenangan Appi-Rahman dengan Polmark, termasuk hasil survei yang telah dilakukannya dan bukti-bukti pembayarannya.

Bahkan, kata Fadli, foto-foto ketika Polmark mempresentasikan hasil surveinya ke tim di Makassar, itu ada semua.

“Kontrak menyebutkan Polmark bekerja untuk tujuan politik memenangkan Appi-Rahman. Jadi Polmark itu merupakan bagian dari kerja besar pemenangan Appi-Rahman,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut Fadli, apa pun yang dilakukan tim pemenangan dengan segala cara yang benar, tidak ada kebohongan atau pemalsuan data, selama sesuai hasil survei, itu merupakan kewenangan Tim Pemenangan.

“Menjadi aneh ketika Eep dan Polmark mengingkari informasi itu,” ujar Ketua PSI Sulsel ini.

Ia juga membeberkan, Tim Pemenangan telah melakukan kontrak kerja dengan PolMark untuk kegiatan pendampingan political marketing per 19 Agustus 2020 dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar dan telah dibayarkan.

“Dalam perjanjian kontrak tersebut, kami berhak menerima bantuan semaksimal mungkin dalam komunikasi politik dan upaya pemenangan lainnya,” ungkap Fadli.

“Angka-angka elektabilitas yang tercantum dalam meme yang beredar seharusnya diafirmasi oleh PolMark karena angka-angka tersebut bersumber dari hasil survey mereka sendiri, namun faktanya justru dibantah oleh Eep dan PolMark. Ini ibarat Eep menyangkali anak yang dilahirkannya sendiri,” sambungnya.

Menurutnya, integritas atau taro ada taro gau (satunya kata dan perbuatan) bagi orang Bugis-Makassar adalah kunci kemanusiaan, sikap yang didasari harga diri, harkat dan martabat manusia Bugis-Makassar.

“Untuk hal ini, Eep tidak pantas berada dalam pusaran dinamika Makassar. Untuk itu kami pecat Eep dan usir PolMark Indonesia dari tanah Makassar,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Arief Budiman Positif Corona, Kantor KPU dan Rumah Dinas Disterilkan

Viral Wanita Cantik Berpakaian Seksi Dihukum Jongkok Berdiri Gegara Tak Pakai Masker

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar