Masuk

Ustadz Maaher Meninggal Usai Menderita Sakit, Ade Armando: Penyakit Nganu

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando mengomentari soal penyebab kematian Soni Ernata atau akrab dikenal Ustadz Maaher yang meninggal dunia di Rutan Mabes Polri usai menderita sakit.

Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 9 Februari 2021, Ade Armando awalnya membalas kicauan Novel Baswedan yang menyebut polisi keterlaluan karena memaksakan menahan Ustadz Maaher dalam kondisi sakit.

Ade menilai, pernyataan Novel tersebut telah menunjukkan kualitas sebenarnya dari seorang Novel Baswedan.

Baca Juga: Ade Armando Prediksi Anies Baswedan Akan Libatkan Politisasi Islam di Pilpres 2024

Ia pun mengaku heran dengan tudingan Novel yang menyalahkan aparat kepolisian itu. Padahal, kata Ade, Ustadz Maaher meninggal lantaran menderita penyakit.

Terkait penyakit Maaher tersebut, Ade Armando pun menyebut penyakit ‘nganu’.

“Terbukti sekarang kualitas Novel Baswedan. Kok aparat dituduh keterlaluan? Maher kan meninggal karena penyakit nganu. Kok jadi polisi yang salah,” cuit Ade Armando.

Baca Juga: Ade Armando Sebut Kubu Anies Memang Memalukan dan Mempermalukan Anies, Ada Apa?

Namun, belum diketahui pasti maksud istilah penyakit ‘nganu’ yang disampaikan oleh Ade Armando tersebut.

Sebelumnya, Novel Baswedan ikut mengomentari soal kabar Ustadz Maaher alias Soni Ernata yang meninggal dunia di Rutan Mabes Polri lantaran menderita sakit.

Novel Baswedan lewat cuitannya di Twitter, Selasa 9 Februari 2021, menilai sikap aparat yang tetap memaksa menahan Ustadz Maaher di tengah kondisi sakit sudah keterlaluan.

Padahal, kata Novel, Maaher ditahan hanya karena terjerat kasus penghinaan. Namun almarhun tetap ditahan meskipun dalam kondisi sakit.

Baca Juga: Ade Armando Kecewa Kader PDIP Geruduk Desmond

Lewat cuitannya itu, Novel Baswedan juga menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya pendakwah yang dikenal kerap berkata keras tersebut.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit,” kata Novel Baswedan.

Lantaran hal itu, Novel Baswedan menyayangkan sikap aparat yang tetap memaksakan menahan Ustadz Maaher meskipun almarhum dalam kondisi sakit.

“Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah. Apalagi dengan Ustadz. Ini bukan sepele lho,” ujarnya.