Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando mengomentari soal penyebab kematian Soni Ernata atau akrab dikenal Ustadz Maaher yang meninggal dunia di Rutan Mabes Polri usai menderita sakit.
Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 9 Februari 2021, Ade Armando awalnya membalas kicauan Novel Baswedan yang menyebut polisi keterlaluan karena memaksakan menahan Ustadz Maaher dalam kondisi sakit.
Ade menilai, pernyataan Novel tersebut telah menunjukkan kualitas sebenarnya dari seorang Novel Baswedan.
Ia pun mengaku heran dengan tudingan Novel yang menyalahkan aparat kepolisian itu. Padahal, kata Ade, Ustadz Maaher meninggal lantaran menderita penyakit.
Terkait penyakit Maaher tersebut, Ade Armando pun menyebut penyakit ‘nganu’.
- Kisah Mengharukan, Ibu Di Mana? Syifa Rindu, 16 Tahun Menanti Pelukan Sang Ibu
- Four Points Makassar Sajikan Beragam Menu Dimsum Lezat untuk Pecinta Kuliner Asia
- Scoopy Night Culture Siap Ramaikan Night Ride Komunitas Honda di Makassar
- 1 Orang Pelaku Penganiayaan Diamankan Polres Jeneponto, Keluarga Korban, Hukum Harus Tegas, Jangan Ada Keringanan
- Manjakan Lidah di Myko Cafe: Dari Sensasi 'Dirty Series' hingga Mewahnya Ravioli Mango Bliss
“Terbukti sekarang kualitas Novel Baswedan. Kok aparat dituduh keterlaluan? Maher kan meninggal karena penyakit nganu. Kok jadi polisi yang salah,” cuit Ade Armando.
Namun, belum diketahui pasti maksud istilah penyakit ‘nganu’ yang disampaikan oleh Ade Armando tersebut.
Sebelumnya, Novel Baswedan ikut mengomentari soal kabar Ustadz Maaher alias Soni Ernata yang meninggal dunia di Rutan Mabes Polri lantaran menderita sakit.
Novel Baswedan lewat cuitannya di Twitter, Selasa 9 Februari 2021, menilai sikap aparat yang tetap memaksa menahan Ustadz Maaher di tengah kondisi sakit sudah keterlaluan.
Padahal, kata Novel, Maaher ditahan hanya karena terjerat kasus penghinaan. Namun almarhun tetap ditahan meskipun dalam kondisi sakit.
Lewat cuitannya itu, Novel Baswedan juga menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya pendakwah yang dikenal kerap berkata keras tersebut.
“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit,” kata Novel Baswedan.
Lantaran hal itu, Novel Baswedan menyayangkan sikap aparat yang tetap memaksakan menahan Ustadz Maaher meskipun almarhum dalam kondisi sakit.
“Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah. Apalagi dengan Ustadz. Ini bukan sepele lho,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
