Terkini.id, Jakarta – Senin malam tanggal 8 Februari 2021, Ustadz Maheer At-Thuwaibibi dinyatakan meninggal dunia dalam rutan di Markas Besar Polri.
Pria yang bernama asli Soni Eranata ini dikebumikan di Makam Daarul Qur’an tepat di sebelah makam Syekh Ali Jaber pada tanggal 9 Februari 2021 pukul 10.00 WIB.
Berita duka ini menggemparkan masyarakat. Pasalnya Ustadz Maheer merupakan salah satu tokoh agama yang kontroversial, apalagi setelah kasus perseteruannya bersama Nikita Mirzani.
Karena ramai diperbincangkan, munculah desas-desus menyoal kematian Ustadz Maheer.
Salah satunya adalah Ustadz Maheer disuntik secara terpaksa hingga meninggal dunia.

- Ribuan Alumni Perikanan Unhas Siap Berkumpul, Diramaikan Pameran UMKM
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
Beredar di media sosial sebuah gambar yang menunjukkan ruang obrolan grup di platform pengiriman pesan, Whatsapp.
Dalam gambar itu terlihat seseorang mengirimkan pesan yang bertuliskan “Innalillahi wa inna ilaihi Roji’uun….Sahabat dekat Guz Ali timor yaitu ustadMaher meninggal di dalam penjara Bareskrim mabes polr…??? Beberapakali tes hasil negatif. Lalu di paksa di suntik kemudian meninggal. Nanti setelah para ulama habis giliran siapa lagi nih.”
Hal ini bertolakbelakang dengan apa yang disampaikan oleh kuasa hukum Ustadz Maheer, Djuju Purwantara.
Melansir dari Suara.com, Djuju berkata “Awal beliau dioperasi ususnya itu, kira-kira 3 bulan yang lalu, nampaknya penyakit itu masih menjadi keluhan juga,” kata Djuju.
Ustadz Maheer sebelumnya juga direncanakan agaka dirujuk di RS Ummi Bogor.
Djudju menjelaskan, permohonan rujukan itu diajukan lantaran RS Ummi Bogor memiliki rekam medis Maaher. Sebab, sebelum ditahan Maaher kerap berobat di sana terkait penyakit lambung yang dideritanya.
Pihak keluarga dari almarhum juga enggan mengatakan dengan jelas apa sebenarnya penyakit yang menyebabkan meninggalnya Ustadz Maheer, begitu pula pihak kepolisian.
Penyakit itu dinilai sangat sensitif dan bisa mencoreng nama baik keluarga almarhum.
“Soal sakitnya apa tim dokter yang lebih tahu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono.
Tapi, yang bisa dipastikan dari pihak kepolisian dan kuasa hukum Ustadz Maheer adalah almarhum meninggal dikarenakan sakit keras.
Oleh karena itu diimbau kepada masyarakat agar hati-hati dengan berita atau narasi palsu mengenai kematian almarhum Ustadz Maheer.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
