Usulan Duet Pemersatu Bangsa, Kata Anies Baswedan Saya Urus Jakarta Dulu

Terkini.id, JakartaSurya Paloh mendiskusikan usulan duet pemersatu bangsa kepada Jokowi. Nama Anies muncul di dalamnya, tapi Anies Baswedan sebut urus Jakarta dulu, Minggu 26 Juni 2022.

Diberitakan bahwa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengajukan untuk duet pemersatu bangsa 2024 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Akhir-akhir ini, elite NasDem Ahmad Ali mengatakan bahwa Surya Paloh lebih cocok disebut mendiskusikan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan juga Gubernur DKI Anies Baswedan. Anies ingin fokus mengurus Jakarta terlebih dahulu.

Baca Juga: Prabowo Maju Pilpres, Chusnul Chotimah Soroti Anies: Kemakan Omongan Sendiri!

“Saya urus Jakarta dulu,” sebut Anies kepada wartawan di Jakarta International Stadium (JIS), pada Sabtu 25 Juni 2022.

Anies sungkan merespon lebih lanjut usulan itu. Anies juga kembali menerangkan sekarang dirinya mau fokus bekerja mengurus Jakarta.

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

“Fokusnya di situ,” sebut Anies dilansir dari detiknews.

Terlebih dahulu, Surya Paloh merasa bahwa Ia mengusulkan skema duet calon presiden-calon wakil presiden kepada Jokowi. Surya Paloh mau pemimpin bangsa ke depannya bisa menghilangkan polarisasi.

Pada tanya jawab dengan wartawan setelah pertemuan bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis 23 Juni 2022, Surya Paloh mengatakan sangat menaruh perhatian pada isu polarisasi.

Baca Juga: Tak Sabar Tunggu Anies Baswedan Lengser Dari Jabatannya, Ferdinand Hutahaean:...

“Amat sangat,” ucap Surya Paloh

Surya Paloh menilai munculnya usulan duet seperti Anies Baswedan dengan Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, hingga Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. Surya Paloh mengatakan Ia tidak punya kepentingan apa pun pada Pilpres 2024 selain mau polarisasi hilang.

Surya Paloh juga ditanya terkait salah satu komposisi duet capres dan cawapres itu datang darinya. Surya Paloh mengakui hal tersebut.

“Saya? Itu saya akui iya. Jadi apa yang bisa saya sumbangkan dengan hati, dengan kejujuran, apa yang saya pahami yang insyaallah barangkali itu bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa ini. Saya pikir itu yang saya prioritaskan,” pungkasnya Surya Paloh.

Di samping itu, Waketum NasDem Ahmad Ali mengucapkan skema tersbut muncul ketika Paloh berdiskusi dengan Jokowi. Ia mengucapkan bahwa Paloh ketika itu membahas nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Artinya, pikiran Pak Surya bahwa hari ini ada figur yang menonjol, yang kita kira, kalau kita mau objektif menilainya bahwa ada Anies dan ada Ganjar,” imbuhnya Ali kepada wartawan.

Ali juga menerangkan bahwa alasan Surya Paloh memilih Anies dan Ganjar. Menurutnya, Anies dan Ganjar mempunyai ceruk massa berbeda, yang diinginkan bisa mencegah polarisasi.

“Kalau dua figur ini dipersatukan, ini akan paling tidak meminimalisir munculnya polarisasi pada pemilihan presiden yang akan datang,” sebutnya.

Ali juga menegaskan bahwa Surya Paloh tidak mengusulkan duet pemersatu kepada Presiden Jokowi. Baginya, bahasa yang lebih tepat yaitu mendiskusikan.

“Lebih tepatnya mendiskusikan. Pak Jokowi tentunya punya tanggung jawab yang sama untuk kemudian melihat ke depan pemimpin atau anak bangsa yang kemudian pas,” katanya.

Bagikan