Usut Kasus Pembakaran Bendera PDIP, Polisi Periksa 5 Orang

Insiden pembakaran bendera PDIP. (Foto: Twitter)

Terkini.id, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya telah mengklarifikasi saksi pelapor terkait kasus pembakaran bendera partai PDI Perjuangan saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Rabu (24/6).

“Sudah ada lima yang sudah diklarifikasi karena masih penyelidikan, ada lima yang kita undang klarifikasi tiga
pelapor sendiri dan dua saksi ahli,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Markas Komando Polda Metro Jaya, Senin 29 Juni 2020 dikutip dari merdekacom.

Yusri mengungkapkan, Polda Metro Jaya menerima laporan polisi terkait kasus pembakaran atribut partai politik itu pada 26 Juni 2020. Saat ini, penyelidikan kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Sementara masih didalami oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, nanti kita lihat selanjutnya seperti apa,” terang Yusri lagi.

Pengurus Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta melaporkan aksi pembakaran bendera partai berlambang moncong kepala banteng itu ke Polda Metro Jaya.

Menarik untuk Anda:

“Kami telah resmi melaporkan terkait dengan perusakan bendera Partai PDI Perjuangan. Pasal yang kami laporkan adalah pasal 160, 170,156 KUHP terkait tindak pidana kekerasan, perusakan terhadap barang berupa pembakaran bendera PDI Perjuangan dan atau pengasuhan untuk menyatakan pernyataan permusuhan kebencian atau penghinaan terhadap golongan partai politik PDI Perjuangan,” ujar pengacara DPD PDI Perjuangan, Ronny Talampesy.

Ronny mengatakan barang bukti yang disertakan dalam laporannya, antara lain cetakan dari sejumlah media massa serta video aksi pembakaran bendera.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Wiliam Yani, yang turut hadir di Polda Metro Jaya mempertanyakan alasan bendera PDI Perjuangan yang dibakar oleh massa pengunjuk rasa.

“Kita sendiri malah bingung, kenapa bendera harus dibakar, apa hubungannya dengan demo yang mereka bawakan?,” ujar Wiliam.

Wiliam pun berharap polisi segera mengusut kasus tersebut dan mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian, selain pembakar itu tolong dicek juga ada tidak dalangnya, adakah orang di belakangnya yang membuat suasana ini jadi panas,” tutur Wiliam.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Penampakan Wajah Sarpan, Kuli Bangunan yang Dipukul dan Dinjak-injak Polisi di Sumut

Download Gratis Perwali Nomor 36 Tahun 2020 Kota Makassar, Tentang Percepatan Pengendalian Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar