Vaksin Kanker Serviks Akan Menjadi Kewajiban Untuk Seluruh Rakyat Indonesia

Terkini.id, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan akan menjadikan vaksin kanker serviks sebagai suatu kewajiban untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum wanita.

Hal ini merupakan gagasan Indonesia untuk memerangi penyakit kanker serviks. Seperti yang diketahui bahwa kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi bagi wanita.

“Kita akan naikkan vaksin wajibnya dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian kanker itu paling banyak wanita Indonesia karena kanker serviks sama payudara, serviks ada vaksinnya,” ujar Budi dilansir dari halaman CNN Indonesia, Selasa 19 April 2022.

Baca Juga: Kabar Terbaru Hepatitis Misterius, WHO Peringatkan Bahaya Ini

Program wajib vaksin kanker serviks ini sudah direncanakan sejak 2021 silam. Namun pada tahun 2021 program wajib vaksin kanker serviks ini hanya berlangsung di dua provinsi dan lima kabupaten/kota.

Untuk tahun 2022 program wajib vaksin kanker serviks ini sudah ada di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota .

Baca Juga: Temukan 3 Kasus Kematian Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Imbau Orang...

Sedangkan pada tahun 2023 dan 2024 program vaksin kanker serviks akan menjadis suatu kewajiban untuk seluruh rakyat Indonesia.

Diharapkan dengan berlakunya vaksin kanker serviks ini akan bisa membantu seluruh masyarakat Indonesia, terutama kaum wanita yang sering terserang penyakit mematikan ini.

Selain itu diharapkan program ini bisa meminimalisir perawatan di rumah sakit. Vaksin kanker serviks ini akan menjadi metode pencegahan sebelum kanker terbentuk dalam tubuh seseorang.

Baca Juga: Temukan 3 Kasus Kematian Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Imbau Orang...

“Dan jauh lebih nyaman juga daripada masuk rumah sakit (RS),” imbuhnya.

Menurut survei Globocan bahwa 18,1 juta kasus kanker baru tercatat. Dari angka itu, sebanyak 9,6 juta kematian dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker.

Data tersebut juga menjelaskan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.

Di tahun yang sama, Indonesia juga menempati urutan ke delapan di Asia Tenggara dan di Asia menempati urutan ke 23 sebagai masyarakat penderita kanker terbanyak.

Bagikan