Terkini.id, Gowa – Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa Arifuddin Saeni angkat bicara terkait beredarnya video di berbagai media sosial (medsos) dengan judul “Warga Panik Jembatan Kembar Gowa Bergeser Terancam Roboh”.
Menurutnya, video berdurasi 1 menit 09 detik adalah video yang diambil tahun lalu saat terjadinya bencana banjir di wilayah Kabupaten Gowa.
Bahkan pada video yang dipublikasikan melalui YouTube tersebut ditayangkan dengan akun Mariolo TV pada 22 Januari 2019 lalu.
“Sejak adanya berita ini, saya langsung mengkroscek. Tidak ada masalah di Jembatan Kambara. Alhamdulilah aman-aman saja,” kata Arifuddin, Selasa 14 Januari 2020.
Ia mengatakan, video atau informasi yang tersebar di media sosial adalah informasi hoaks. Sehingga masyarakat diimbau untuk dapat memilah secara baik dan mencari tahu kebenarannya.
- OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan dan UMKM Pesisir di Mamuju Tengah
- Pemkot Makassar Ganjar Juara O2SN 2026 dengan Beasiswa, SMPN 18 Raih Juara Umum
- Prima Unggul Global Resmikan Kantor Agen di Sinjai Timur, Perluas Layanan Umrah dan Haji untuk Masyarakat
- Wali Kota Munafri Dampingi Menhaj RI Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 17 di Makassar
- Dugaan Perampasan Alat Kerja Wartawan di Jeneponto, Ketua IWO Sulsel, Ini Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Pers
“Saya berharap masyarakat harus bisa cerdas menggunakan media sosial. Seperti, setiap ada video seperti ini jangan langsung dipercaya atau ikut disebarluaskan, karena bisa membuat yang lainnya panik,” tegasnya.
Ia pun meminta, warga tidak perlu panik, karena video tersebut adalah hoaks.
Hal senada juga diungkapkan Camat Pallangga Taufik M Akib saat dikonfirmasi terpisah.
“Saya baru saja melihat langsung kondisi jembatan, tidak ada tanda-tanda posisinya bergeser, itu sepertinya video tahun lalu saat terjadi hujan dan angin kencang waktu itu,” terangnya.
Dirinya pun memastikan, jika pun informasi yang tersebar itu benar keberadaannya pastinya dirinya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar.
“Masyarakat sekitar pun marah dengan informasi tersebut. Bahkan mereka suruh saya mencari siapa pelaku penyebar hoaks itu,” katanya.
Taufik pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai berita-berita yang beredar jika itu bukan berasal langsung dari pemerintah setempat.
“Kami tidak mungkin tinggal diam jika ada kejadian yang dianggap membahayakan warga kami. Pasti kami akan sebarkan informasi siaga jika memang ada hal-hal di luar kendali, kita perbanyak do’a saja agar daerah kita tetap aman,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
