Video Jembatan Kembar Gowa Akan Roboh Dipastikan Hoaks

Terkini.id, Gowa – Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa Arifuddin Saeni angkat bicara terkait beredarnya video di berbagai media sosial (medsos) dengan judul “Warga Panik Jembatan Kembar Gowa Bergeser Terancam Roboh”.

Menurutnya, video berdurasi 1 menit 09 detik adalah video yang diambil tahun lalu saat terjadinya bencana banjir di wilayah Kabupaten Gowa.

Bahkan pada video yang dipublikasikan melalui YouTube tersebut ditayangkan dengan akun Mariolo TV pada 22 Januari 2019 lalu.

“Sejak adanya berita ini, saya langsung mengkroscek. Tidak ada masalah di Jembatan Kambara. Alhamdulilah aman-aman saja,” kata Arifuddin, Selasa 14 Januari 2020.

Mungkin Anda menyukai ini:

Ia mengatakan, video atau informasi yang tersebar di media sosial adalah informasi hoaks. Sehingga masyarakat diimbau untuk dapat memilah secara baik dan mencari tahu kebenarannya.

Baca Juga: Aria Bima Doakan JK Tak Lupa Ingatan: Bedakan Kritik, Penistaan...

“Saya berharap masyarakat harus bisa cerdas menggunakan media sosial. Seperti, setiap ada video seperti ini jangan langsung dipercaya atau ikut disebarluaskan, karena bisa membuat yang lainnya panik,” tegasnya.

Ia pun meminta, warga tidak perlu panik, karena video tersebut adalah hoaks.

Hal senada juga diungkapkan Camat Pallangga Taufik M Akib saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga: Ramai Soal Warga Diminta Keluar dari Sulbar, BMKG: Hoaks

“Saya baru saja melihat langsung kondisi jembatan, tidak ada tanda-tanda posisinya bergeser, itu sepertinya video tahun lalu saat terjadi hujan dan angin kencang waktu itu,” terangnya.

Dirinya pun memastikan, jika pun informasi yang tersebar itu benar keberadaannya pastinya dirinya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar.

“Masyarakat sekitar pun marah dengan informasi tersebut. Bahkan mereka suruh saya mencari siapa pelaku penyebar hoaks itu,” katanya.

Taufik pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai berita-berita yang beredar jika itu bukan berasal langsung dari pemerintah setempat.

“Kami tidak mungkin tinggal diam jika ada kejadian yang dianggap membahayakan warga kami. Pasti kami akan sebarkan informasi siaga jika memang ada hal-hal di luar kendali, kita perbanyak do’a saja agar daerah kita tetap aman,” tutupnya.

Bagikan