Terkini.id, Jakarta – Bambang Haryanto, netizen di media sosial membagikan foto jadul yang banyak menarik perhatian netizen.
Foto tersebut menjadi viral, karena di dalamnya memuat peristiwa seminar yang dia selenggarakan pada 1998 silam, di tengah krisis ekonomi.
Saat itu, di Solo, Bambang bersama Mayor Haristanto menggelar sebuah seminar dengan menghadirkan Sri Mulyani.
Pada 1998 itu, Sri Mulyani sebagai ekonom dari Universitas Indonesia. Sedangkan Joko Widodo, kala itu merupakan pengusaha kayu menjadi penyandang dana seminar tersebut.

- Wali Kota Makassar Apresiasi Polisi Berantas Geng Motor, Pos Kamling Akan Diaktifkan
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
- Komisi D DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Pembayaran Lahan Stadion Sudiang
- Pemkot Bersama Nusantara--RAPPO Perkuat Kolaborasi Makassar Bersih
- Pemkot Makassar Siapkan PLTSa Rp3 Triliun untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Penyelenggara juga menghadirkan Humorolog nasional, Jaya Suprana yang bertindak sebagai moderator.
“Di Solo, 14 Agustus 1998, mungkin menjadi momen pertama kali Jokowi mengenal Sri Mulyani Indrawati.
Mayor Haristanto, adik saya, dan saya, rasanya bisa sedikit berbangga karena mampu mempertemukan keduanya.

Yakni dalam acara seminar ekonomi di Solo. Saat itu kami berdua, setelah Solo porak-poranda akibat kerusuhan Mei 1998, mencoba ikut mencari solusi.
Terbentuklah Forbis, Forum Bisnis Surakarta. Merancang seminar ekonomi. Penyandang dananya, pengusaha kayu bernama Joko Widodo,” tulis Bambang Haryanto di media sosial.

Menariknya, dalam seminar tersebut, Jaya Suprana sebagai moderator, meramalkan bahwa kelak Sri Mulyani yang akan menjadi Presiden RI.
Namun rupanya, pada Pilpres 2014 justru Jokowi -pengusaha kayu Solo yang berpidato dan membuka seminar tersebut yang justru menjadi presiden hingga saat ini.
Berikut selengkapnya postingan Bambang Heryanto:
Siapa Sangka, Siapa Duga???
Testimoni Panpel Seminar Ekonomi 1998 di Solo
(By) Bambang Haryanto
Kirim uang dari Jokowi ke Sri Mulyani Indrawati di tahun 1998 kok engga kepikiran pakai transfer saja. Bukankah lebih murah? Lebih cepat?
Ketololan itu baru saya sadari di tahun 2020 ini. Karena di tahun 1998 itu saya harus naik kereta api Solo-Jakarta pp dalam 24 jam untuk membawa uang tersebut.
Tetapi kini dalam bernostalgia, ada juga rasa manis dari ulah bodoh saya saat itu.
Di Solo, 14 Agustus 1998, mungkin menjadi momen pertama kali Jokowi mengenal Sri Mulyani Indrawati. Mayor Haristanto, adik saya, dan saya, rasanya bisa sedikit berbangga karena mampu mempertemukan keduanya.
Yakni dalam acara seminar ekonomi di Solo. Saat itu kami berdua, setelah Solo porak-poranda akibat kerusuhan Mei 1998, mencoba ikut mencari solusi.
Terbentuklah Forbis, Forum Bisnis Surakarta. Merancang seminar ekonomi.
Penyandang dananya, pengusaha kayu bernama Joko Widodo.
Di seminar itu, Jaya Suprana sebagai moderator, membuat nujum, bila kelak SMI akan menjadi presiden RI.
Tahun 2012 terbentuk Partai SRI untuk kendaraannya. Sayang terganjal syarat keikutsertaannya dalam Pemilu.
Yang kemudian jadi Presiden di Pilpres 2014 dan kembali di tahun 2019 justru pengusaha kayu Solo yang berpidato membuka seminar itu.
Naskah pidato yang saya buat, agak sedikit panjang, ternyata dipersingkat.
Mungkin sesuai motto dia, sedikit bicara banyak bekerja.
Sisanya adalah Sejarah.
Siapa sangka orang yang ikut seminar itu sekarang jadi Bosnya Bu Sri Mulyani.
Foto-foto koleksi Mayor Haristanto
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
