Viral, Kapolresta Solo: Orang yang Tidak Suka Polisi Jiwanya Penjahat

Viral, Kapolresta Solo: Orang yang Tidak Suka Polisi Jiwanya Penjahat

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pernyataan Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak yang menyebut orang yang tidak senang dengan polisi jiwanya penjahat sontak viral di media sosial.

Pernyataan Kapolresta Solo tersebut viral dan menuai kontroversi publik usai dibagikan netizen pengguna Twitter Namaku_Mei, seperti dilihat pada Selasa 15 Juni 2021.

Dalam unggahannya, netizen itu membagikan sebuah poster bertuliskan pernyataan dari Kapolresta Solo tersebut.

“Kapolresta Solo. Satu saja orang yang tidak suka polisi adalah jiwa penjahat,” demikian tertulis narasi dalam isi poster yang dibagikan netizen tersebut.

Terkait hal itu, si netizen pun mengaku juga tak suka dengan polisi lantaran menurutnya penegak hukum belum memproses para penyebar hoax seperti Said Didu, Rocky Gerung, Rizal Ramli hingga Ustaz Abdul Somad.

“Apakah semua orang yang tidak suka polisi jiwa penjahat DivHumas_Polri. Saya tidak suka sikap polisi akhir-akhir ini alasannya propokator hoax Didu Gerung Somad Rijal Ramli Dayat gak diproses. Apakah jiwa saya penjahat?,” cuit netizen Namaku_Mei.

Selain itu, ia juga menyayangkan ucapan Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak terkait pernyataannya tersebut.

“Mirisss sekali punya Kapolres seperti ini,” ujar netizen tersebut.

Diketahui, pernyataan Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak yang menyebut orang yang tidak senang dengan polisi jiwanya penjahat ia sampaikan saat diminta klarifikasi terkait kasus seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial AN.

Dalam kasus itu, AN ditangkap polisi saat mengantarkan pesanan barang milik pelanggan yang ternyata berisikan minuman keras.

Usai ditangkap dan dibebaskan, ojol itu pun lantas memposting isi curhatannya di media sosial. Dalam unggahannya, AN merasa dirugikan dengan sikap polisi yang menangkapnya.

Pasalnya, kata AN, dirinya tidak tahu menahu terkait isi barang milik pelanggan tersebut. Sebab, menuritnya, saat diantarkan barang itu sudah dikemas di dalam kardus dan dilakban rapat.

Terkait dengan kasus itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak terlihat enggan untuk menanggapi curhatan ojol tersebut lantaran sebelumnya ia sudah merasa memberikan klarifikasi.

“Kemarin saya sudah klarifikasi. Sudah cukup. Jangan ulang-ulangi lagi yang sama,” ujar Ade kepada Wartawan, Senin 14 Juni 2021.

Mengutip Kompas.com, Kapolresta Solo itu juga menyebut bahwa orang yang tidak suka dengan polisi jiwanya penjahat.

“Saya sudah klarifikasi. Satu saja orang yang tidak senang dengan polisi adalah jiwa penjahat,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.