Viral, Petugas Kereta Api Paksa Turun Penumpang Sambil Todong Pistol

Viral, Petugas Kereta Api Paksa Turun Penumpang Sambil Todong Pistol

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Video yang menayangkan adegan seorang petugas keamanan di kereta api, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), memaksa turun seorang penumpang viral di media sosial pada Jumat, 27 Desember 2019.

Penumpang yang diminta turun oleh Polsuska tersebut diduga merupakan anak punk. Ia disuruh turun lantaran disebut-sebut mengganggu kenyamanan para penumpang lainnya di dalam kereta api jurusan Rangkasbitung-Merak itu.

Dalam video viral itu, terlihat petugas Polsuska mengusir anak punk tersebut dengan arogan sembari menenteng sesuatu yang diduga adalah senjata api jenis pistol.

Menurut informasi yang beredar, kejadian itu berawal dari pengaduan beberapa penumpang yang merasa tidak nyaman dengan perilaku sekelompok penumpang yang berjumlah sekitar 25 orang.

Penumpang yang mengadukan tersebut beralasan bahwa sekelompok penumpang yang berpenampilan seperti anak punk itu telah mengganggu ketertiban umum yakni dengan mondar-mandir di kereta.

Baca Juga

Mendapat laporan pengaduan, Polsuska yang belum diketahui namanya itu lantas meminta anak punk turun dari kereta. Kemudian salah satu anak punk mengatakan bahwa Polsuska tersebut mengeluarkan senjata api.

“Kamu jangan sok jadi pahlawan. Saya mau nurunin satu orang, kamu jadi pahlawan saya gebuk juga nanti lama-lama,” kata anggota Polsuska tersebut.

“Kita bayar, kita punya uang, bapak nodong pakai pistol. Aku mau visum pak, visum kawan saya ini pak,” kata rekan anak punk yang diusir.

Sampai saat ini video berdurasi 9.21 menit itu masih beredar luas di media sosial.

Sementara itu, Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta membantah terjadi penodongan senjata api dalam video viral tersebut.

“Menanggapi video yang beredar luas di sosial media, kami klarifikasi bahwa tidak ada penodongan pistol ke penumpang KA yang dilakukan oleh petugas Polsuska,” kata Humas KAI Daops 1, Eva Chaerunnisa kepada awak media.

Eva menjelaskan, benda yang terlihat dipegang oleh Polsuska dalam video itu bukanlah senjata api, melainkan senjata kejut.

“Polsuska mengeluarkan senjata kejut, bukan pistol, untuk pengamanan diri, sebab jumlah rombongan tersebut cukup banyak,” ujarnya.

Eva mengaku awalnya petugas Polsuska menegur anak punk tersebut secara baik-baik, tetapi mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Mereka pun akhirnya diturunkan paksa di Stasiun Karangantu, Kota Serang, Banten.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.