Terkini, Jeneponto – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pemotongan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sidenre, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bernama Salma yang diduga hanya menerima sebagian dari hak bantuannya.
Dalam video pertama, terlihat seorang oknum ketua kelompok KPM menarik dana bantuan sebesar Rp 1.815.000. Namun, jumlah yang diserahkan kepada KPM atas nama Salma hanya Rp 1 juta.
Video kedua berisi proses klarifikasi yang difasilitasi oleh Koordinator PKH Kabupaten Jeneponto, Sandra Dewi, bersama pendamping PKH Kelurahan Sidenre.
Dalam pertemuan tersebut, oknum ketua kelompok mengakui bahwa dirinya bersama kemenakannya menarik dana PKH milik KPM Salma sebesar Rp 1.815.000, namun hanya menyerahkan Rp 1 juta. Sisanya, sebanyak Rp 800 ribu, disimpan di dompetnya dengan alasan akan disampaikan ke pendamping.
“Tidak biasanya KPM Salma menerima bantuan sebesar itu, jadi sisanya saya simpan dulu, saya mau laporkan ke pendamping,” ungkap ketua kelompok tersebut dalam video klarifikasi, yang terpantau Terkini, Sabtu, 20 September 2025.
- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
- Amran Sulaiman, Menteri yang Mematahkan Mitos
- Wali Kota Makassar Tegaskan Seleksi Imam Kelurahan Harus Transparan dan Berbasis Kompetensi
- Dorong UMKM untuk Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
- SETARA Institute: Makassar Jadi Salah Satu Kota Paling Toleran di Indonesia
Namun, dalam percakapan itu, oknum ketua kelompok juga sempat keceplosan menyebut adanya dana Rp 200 ribu yang diduga dari KPM Salma. “Itu yang dua ratus ribu uang anuji ia,” ucapnya.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya pungutan liar (pungli) terhadap KPM PKH. Bahkan, dugaan praktik pemotongan dana ini diduga melibatkan oknum ketua kelompok.
Sementara, Pendamping PKH Kelurahan Sidenre, Suhartini saat dikonfirmasi Terkini melalui pesan whatsappnya, Sabtu, 20 September 2025 mengaku masalah itu sudah diselesaikan.
“Sudah selesai di klarifikasi kemarin, ada KPM . Ketua kelompok, Babinsa. Agen brilink yang bikin vidio sama kepala lingkungannya,” kata Suhartini.
Saat ditanya, apakah bisa Ketua kelompok menarik dana KPM tanpa ada KPM?, Suhartini mengatakan tidak.” Tidak bisa. Kami sudah sosialisasi juga pegang KKS sendiri. Tarik sendiri Bansosnya. Iye iye ji saat sosialisasi. Tapi kemudian di belakang terjadi yang demikian di luar sepengetahuan saya,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
