Makassar Terkini
Masuk

Viral Video Jaksa yang Tuntut Habib Rizieq Terima Suap, Mahfud: Kasus 6 Tahun Lalu

Terkini.id, Jakarta – Viral di media sosial, sebuah video yang menunjukkan oknum jaksa ditangkap karena menerima suap. Menkopolhukam Mahfud MD menyebut itu adalah video hoax.

Video tersebut diketahui diedit dan hasil penggabungan ditambah narasi yang cenderung menyesatkan.

Video tersebut berisi narasi bahwa jaksa yang ditangkap menerima suap itu adalah salah satu jaksa yang menangani kasus Rizieq Shihab yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kejaksaan Agung (Kejagung) pun membantah video viral itu.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya menegaskan video pengakuan jaksa tersebut terjadi pada 2016 silam hasil dari operasi tim Saber Pungli institusi tersebut.

“Bahwa video penangkapan seorang oknum Jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang lalu dan bukan merupakan pengakuan Jaksa yang menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Sihab. 

Bahwa penangkapan oknum Jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur,” demikian keterangan Leonard seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Adapun pejabat yang memberi penjelasan soal penangkapan AF tersebut, dijelaskan Leonard, adalah jaksa Yulianto yang kala itu Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

“Bahwa pejabat yang menjelaskan penangkapan oknum Jaksa AF pada video tersebut adalah Bapak Yulianto, SH MH, yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Leonard.

 
Oleh karena itu narasi dalam rekaman video yang viral tersebut, kata Leonard, bisa dikategorikan kabar palsu alias hoaks. Pihaknya pun meminta tak lagi menyebar rekaman video dengan narasi hoaks tersebut.

“Kami juga meminta agar masyarakat tidak membuat berita atau video atau informasi yang tidak benar kebenarannya dan menyebar-luaskannya kepada masyarakat melalui jaringan media sosial yang ada,” ujarnya.

Atas penyebaran konten hoaks lewat media sosial, Leonard mengingatkan akan ancaman Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik khususnya pasal 45A ayat (1).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Mohammad Mahfud MD lewat akun Twitter juga menegaskan bahwa video itu hoax.

Video ini viral, publik marah ada jaksa terima suap dalam kasus yang sedang diramaikan akhir-akhir ini. 

Tapi ternyata ini hoax. Penangkapan atas jaksa AF oleh Jaksa Yulianto itu terjadi 6 tahun lalu di Sumenep. Bukan di Jakarta dan bukan dalam kasus yang sekarang. Untuk kasus yang seperti inilah, alasan UU ITE dulu dibuat,” terang Mahfud MD.